JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ini Negara-negara yang Pernah Menolak Kedatangan Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad / tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Penolakan Singapura atas kedatangan Ustaz Abdul Somad bukanlah hal yang baru, yang dialami oleh ustaz fenomenal tersebut.

Melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Singapura dijelaskan, penolakan itu dilandasi alasan bahwa Somad atau UAS dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.

Misalnya, Somad telah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi “syahid”.

Dia juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal “jin (roh/setan) kafir”.

“Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai “kafir” (kafir),” tulis pernyataan yang dirilis portal mha.gov.sg.

Di luar itu Pemerintah Singapura menilai Somad berupaya memasuki Singapura dengan pura-pura untuk kunjungan sosial.

Sebelumnya, Somad juga berkali-kali ditolak masuk ke sejumlah negara, beberapa di antaranya adalah:

  1. Hong Kong

Pada 23 Desember 2017 silam, Somad ditolak masuk di negara Hong Kong, sebagaimana pernah diungkapnya di akun Facebooknya.

Saat itu, Somad  bersama rombongan baru tiba di salah satu bandara di Hong Kong pada Sabtu (23/12/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Keluar dari pintu pesawat, beberapa orang tidak berseragam langsung menghadang kami dan menarik kami secara terpisah. Saya, Sdr Dayat dan Sdr Nawir,” tulis Ustaz Abdul Somad.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Prediksi Tahun 2023 Bakal Menjadi Tahun Gelap, Ini Maksudnya

Setelah mengadang rombongan, kata dia, para petugas meminta membuka dompet, lalu, mereka menanyakan apakah ada kartu nama Rabithah Alawiyah atau Ikatan Habaib.

“Di sana saya menduga mereka tertelan isu terorisme, karena ada logo bintang dan tulisan Arab,” kata dia.

Menurut Somad, para petugas sempat menanyakan identitas, pekerjaan, pendidikan, keterkaitan dengan ormas dan politik.

Dia menjelaskan, dirinya murni pendidik dan intelektual muslim. Proses interogasi berlangsung selama 30 menit.

Para petugas itu menegaskan tidak bisa menerima kedatangan Ustaz Abdul Somad beserta rombongan.

Namun, para petugas tidak memberikan penjelasan apa alasan penolakan masuk ke wilayah itu.

  1. Timor Leste

 

Timor Leste juga pernah menolak kedatangan Somad sekitar tahun 2018.

“Dulu memang saya pernah tidak boleh masuk ke Timor Leste, padahal sudah disusun acaranya dengan Pak Xanana Gusmao dengan uskup kemudian tabligh akbar,” kata UAS dalam wawancara di Youtube Hai Guys Official, Selasa (17/5/2022).

Dijelaskan UAS, kala itu keputusan Timor Leste menolak dirinya berlangsung begitu mendadak.

Bahkan UAS sudah mendarat di bandara yang ada di Timor Leste.

“Saya tanya orang imigrasi kenapa saya gak boleh masuk,” tanya UAS kala itu kepada petugas imigrasi.

Rupanya sat itu, pihak imigrasi Timor Leste baru saja menerima informasi dari Jakarta yang menyebut UAS adalah teroris.

“Imigrasi Timor Leste dapat fax dari Jakarta bahwa Bapak (UAS) terosis makanya gak bisa masuk,” tutur UAS menceritakan pengalamannya kala itu.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Ekonomi Seluruh Wilayah di Indonesia Tumbuh Positif

Saat itu, UAS bisa memahami mengapa dirinya tak boleh masuk Timor Leste.

Hal itu karena memang menjelang pilpres di Indonesia sehingga dikhawatirkan kedatangan UAS ke Timor Leste dapat mempengaruhi suara WNI yang berada di negara tetangga itu dalam menentukan pilihan.

“Dulu kan 2018 dikhawatirkan ada kelompok cebong dan kapret. Kalau sekarang semua kampret sudah jadi cebong, apalagi urusannya,” kelakar UAS.

 

  1. Belanda dan Inggris

UAS juga pernah ditolak oleh negara di Eropa. Negara di Eropa yang pernah menolak UAS adalah  Belanda dan Inggris.

Dijelaskan UAS, kala itu, dirinya sudah mengantongi visa. Namun saat di pintu diberi cap, dirinya ternyata tak boleh masuk.

“Di Belanda tak boleh masuk. Di Inggris tak boleh masuk. Siapa yang unjuk rasa?” kata UAS saat ceramah di Masjid Sabiha Gökçen, Bandar Udara Internasional Turki, dikutip dari TribunnewsWiki.

Mereka yang unjuk rasa menolak dirinya, di antaranya adalah persatuan LGBT.

“Karena ceramah saya dianggap menyinggung LGBT. Jadi persatuan LGBT dilaporkan mereka, difotonya, orang ini jangan masuk,” kata UAS.

“Akhirnya saya tak bisa masuk. Tak ada saya melapor ke TV, melapor ke pemerintah tak ada. Saya diam saja,” tegas UAS.

www.tribunnews.com

Bagi Halaman
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com