JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kebijakan Larangan CPO Mulai Dirasa Merugikan, Petani Sawit Gelar Unjuk Rasa

Secara bergantian, perwakilan DPW menyampaikan kondisi terkini para petani dari wilayahnya masing-masing.

Fitriansyah menyatakan larangan ekspor telah membuat harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit anjlok.

Dia menjelaskan, akibat kebijakan larangan ekspor CPO yang berlaku sejak 28 April 2022, harga TBS melorot 58,87 persen, yang mengakibatkan petani merugi.

Baca Juga :  Satu Persatu Dipreteli, Ajudan dan Sopir Istri Ferdy Sambo Ditangkap dan Ditahan di Bareskrim!

Ia melanjutkan, perekonomian rumah tangga petani sawit se-Indonesia sangat tertekan dan kondisinya memprihatinkan.

“Kami datang dari jauh, kami akan terus menyampaikan aspirasi kami sampai larangan ekspor dicabut,” ujar Fitriansyah.

Adapun aksi massa akan dilakukan secara bersamaan baik di Jakarta maupun di wilayah-wilayah.

Baca Juga :  KIB Daftar ke KPU Bersama, Airlangga: Masih Terbuka Jika Partai Lain Mau Bergabung

Unjuk rasa itu diklaim mewakili kepentingan sekitar sepuluh juta anggota keluarga petani sawit dan 14 juta anggota keluarga buruh tani sawit.

www.tempo.co

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com