JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Meluas ke 3 Desa, Kasus Sapi Mati Mendadak di Sragen Capai 18 Ekor

“Sampai hari ini, jumlah kematian sapi mendadak di desa kami ada 11 ekor. Milik 9 warga,” paparnya.

Kematian sapi mendadak itu memang tidak terjadi dalam satu waktu akan tetapi bertahap sejak Januari. Mayoritas sapi yang mati sudah berusia dewasa.

Kasus kematian menyebar di 4 RT yakni RT 7, 10, 12 dan RT 29. Dari empat RT itu, kasus terbanyak ada di RT 10 yakni ada 5 ekor sapi yang mati.

Dari 9 warga pemilik sapi yang mati, ada dua warga yang sampai kehilangan 2 ekor sapinya akibat mati mendadak.

Baca Juga :  170.000 Kendaraan di Sragen Terekam Nunggak Pajak, Sriyanto Saputro Dorong Gubernur Ganjar Gulirkan Pemutihan. Setuju?

Dua warga itu adalah Sukar di RT 12 dan Tarmadi di RT 29. Karena sapi yang mati semua berusia dewasa, kerugian total yang dialami peternak ditaksir mencapai lebih dari Rp 150 juta.

“Hampir semua sapi yang mati mendadak itu berusia dewasa,” jelasnya.

Sementara dari keterangan warga pemilik sapi yang mati mengaku tidak ada tanda-tanda atau gejala spesifik sebelum sampai mati.

Baca Juga :  Perdaya Janda-Janda Basah, Pegawai RSUD Gemolong Gadungan Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara. Lihat Tatapan Matanya!

Mereka pun juga heran lantaran sebelumnya kondisi sapi masih sehat dan makan minum normal.

Dari sebagian besar ekor sapi yang mati beruntun, mayoritas sebelumnya diketahui sehat-sehat saja. Konsumsi pakan dan minum juga masih normal.

“Tahu-tahu kejang kemudian nggak lama langsung mati. Kemarin ada petugas yang ngecek-ngecek, nggak lama setelah petugas pergi langsung mati ya ada,” terang Kades. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com