JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Mentan RI Jamin PMK Tak Ganggu Pasokan Sapi pada Idul Adha

Dia menekankan agar penanganan ternak terpapar dengan suntikan vitamin, antibiotik dan penurunan suhu tubuh.

Upaya itu manjur karena dalam dua hari sudah terjadi pemulihan pada sapi yang sakit.

Jika ternak belum sembuh, maka perlu disuntik lagi. Pasalnya, kondisi ini ada kemungkinan dimanfaatkan orang lain yang tidak bertanggungjawab. Orang itu suka ada wabah karena bisa memanfaatkan peternak yang panik.

“Jika sampai peternak panik lalu jual sapinya maka harga jatuh. Orang itu lalu beli murah, yang awalnya harga Rp 45 juta akhirnya Rp 10 juta lepas. Tentu merugikan peternak. Maka kita tingkatkan upaya preventif dan pencegahan.”

Baca Juga :  Satpol PP Amankan Remaja yang Bersihkan Kaca Mobil di Perempatan Boyolali Kota, Ternyata Ada Fakta Mengejutkan

Mentan juga meminta agar dilakukan validasi dan faktualisasi data. Perlu dipastikan apakah ternak yang mati dikarenakan PMK. Dicontohkan, data ternak terpapar di Jawa Timur mencapai 2 ribuan sapi dan 33 ekor sapi mati.

Baca Juga :  Bengkel Mobil di Desa Donoduhan, Ngemplak, Boyolali Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 1,5 Miliar

“Ternyata setelah diverifikasi tidak semua sapi yang mati karena PMK.”

Terkait hal itu, Kementan juga telah membentuk gugus tugas dalam penanganan PMK. Ditingkat daerah, pemda bisa menggandeng polres dan kodim dalam pendampingan tracing. Gugus tugas ini bertugas menyusun dan mengendalikan informasi. Sehingga tidak ada informasi yang bias. Waskita

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com