JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Nyeberang Jalan Asal Nyelonong,  Pengendara Motor di Banyudono Boyolali Ditabrak Mobil Boks

Mobil boks Isuzu Panther melintang di pembatas jalan setelah menabrak tiang PJU gegara ada sepeda motor menyebeang tiba-tiba / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM   – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Solo-Semarang, tepatnya di ruas Dukuh Tegalrejo, Desa Kuwiran, Banyudono pada Sabtu (28/5/2022) siang.

Tabrakan terjadi antara mobil boks Isuzu dengan Honda Grand Astrea yang dikendarai Sandi Mitrosumarjo (71) warga Desa Canden, Kecamatan Sambi. Akibat kecelakaan, Sandi mengalami luka berat.

Setelah menabrak motor,  mobil boks tersebut juga menerjang tiang penerangan jalan umum (PJU) hingga roboh.

Kecelakaan bermula ketika mobil boks Isuzu dengan nomor polisi AD- 9672- KA yang dikemudikan Totok Supriyanto asal Dukuh Gumulan, Kelurahan Kemiri, Mojosongo, BoyolalI melaju dari arah timur atau Solo menuju Semarang.

Baca Juga :  Kunker di Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jokowi Ingatkan Krisis Pangan Dunia

Saat itu kondisi jalan sepi. Sesampai di TKP, tiba-tiba ada pengendara motor   menyeberang dari arah selatan menuju utara.

Karena jarak terlalu dekat, tabrakan pun tak bisa terhindarkan. Mobil boks juga menabrak PJU di pembatas jalan hingga roboh.

Pengendara motor, Sandi Mitrosumarjo terluka barat dan dibawa ke rumah sakit.

Saksi mata,  Nur Hidayati
(57) warga Tegalrejo, Desa Kuwiran, Banyudono  mengatakan bahwa pengendara motor tersebut hendak menyebrang. Namun, terlihat ragu-ragu.

“Saat itu saya di dalam hik, lalu ada suara rem keras saya keluar, lihat  pengendara sepeda motor terlempar,” katanya.

Baca Juga :  Enam Kecamatan di Boyolali Darurat Kekeringan, Pemkab Siapkan Dana Rp 200 Juta

Sementara itu, pengemudi mobil boks isuzu, Totok Supriyanto warga Gumulan, Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali mengaku kondisi jalan saat itu sepi.

Dia melaju dari arah timur dengan kecepatan 80 kilometer/jam.  Saat itu, dia tengah dikejar waktu untuk muatan barang. Tak disangka, ada pemotor yang nyelonong.

“Ada orang nyeberang gak tengak-tengok, langsung nyelonong. Saya sudah gak nyandak mengerem. Saya banting ke kanan sampai nabrak PJU.”

Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali, Ipda Budi Purnomo menjelaskan, korban luka berat sudah dibawa ke rumah sakit. Namun  jiwanya tidak tertolong. Waskita

Bagi Halaman
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com