JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Pasar Hewan di Wonogiri Ditutup Jika Ditemukan Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Alias PMK

Selain itu, Bupati Wonogiri Joko Sutopo alias Jekek mengaku sudah melakukan kebijakan strategis untuk menghadapi merebaknya virus PMK di sejumlah daerah agar tidak masuk ke Wonogiri.

Langkah pertama adalah secara formal, yakni dengan mengecek kesehatan hewan dari luar daerah yang akan dibawa masuk ke Wonogiri.

Pengecekan dilakukan di pos pemantauan lalu lintas ternak. Pedagang atau pelaku ternak harus membawa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Baca Juga :  Korban PMK, 25 Ekor Ternak di Wonogiri Dimatikan 292 Suspek 280 Sembuh, Soal Penyembelihan Hewan Kurban Bagaimana?

Menurut dia, langkah pertama itu diyakini masih ada kelemahan. Maka langkah kedua yang dianggap lebih efektif yakni dengan mengumpulkan para pedagang hewan dari luar daerah, khususnya Jawa Timur untuk diberi pemahaman. Para pedagang diminta lebih hati-hati dalam memperhatikan kesehatan hewan sebelum dibawa masuk ke Wonogiri.

“Sikap kami tegas, kalau pedagang dari luar daerah tidak koperatif, tidak hati-hati, begitu kami menemukan kasus PMK di pasar, maka pasar itu akan kami tutup. Agar penularannya tidak meluas. Pedagang harus melalukan fungsi kontrol kesehatan hewan,” terang dia.

Baca Juga :  Waduh, 6000 Anak di Wonogiri Putus Sekolah, Penyebabnya Ternyata Bukan Karena Kondisi Ekonomi

Meski merebak isu PMK, imbuh Bupati Wonogori, hingga kini Pemkab belum melakukan pembatasan terhadap hewan ternak dari luar daerah yang dibawa ke Wonogiri. Aris Arianto

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua