JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Pernah Mengalami Ketindihan Saat Tidur? Begini Penjelasan Sains tentang Sleep Paralysis

Jenis sleep paralysis

Hypnagogic

Mengutip WebMD, saat tertidur, secara bertahap tubuh menjadi relaks. Orang yang mengalam kelumpuhan tidur hypnagogic seakan-akan masih sadar sehingga merasakan keadaan di sekitarnya. Namun, tak mampu berbicara atau menggerakkan tubuh.

Hypnopompic

Selama tidur, kondisi beralih dari REM dan non-rapid eye movement (NREM). Siklus tidur REM dan NREM berlangsung sekitar 90 menit. Tidur NREM memakan waktu hingga 75 persen dari keseluruhan waktu tidur.

Baca Juga :  Olah Raga Malam untuk Tingkatkan Kualitas Tidur? Ini Pandangan Medisnya

Selama tidur NREM, tubuh akan relaks dan memulihkan dirinya sendiri. Saat akhir NREM, tidur beralih ke REM. Mata bergerak cepat, kemudian muncul mimpi, seluruh tubuh masih tetap relaks. Aktivitas otot berhenti selama tidur REM.

Baca Juga :  Nutrisi Telur Ayam dan Bebek, Lebih Banyak Mana?

Ketindihan terjadi ketika terbangun dalam fase ini. Saat otak belum siap untuk mengirim isyarat bangun, tubuh masih sulit bergerak. Tapi, mata sudah terbuka. Saat sadar sebelum siklus REM selesai, kemungkinan akan merasakan tubuh tidak bisa bergerak atau berbicara.

www.tempo.co

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua