JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Persebaran PMK Belum Usai, 9 Domba di Sleman Terpapar

Kemudian, ketika sedang mengunyah makanan muncul air liur berlebihan atau hipersalivasi.

“Jika ada tanda-tanda ini, kami sudah meminta kepada para peternak agar segera melapor. Supaya bisa segera ditindaklanjuti,” kata Suparmono.

Ia meminta masyarakat tidak panik berlebihan dengan penyakit PMK .

Sebab, penyakit ini tidak menular ke manusia.

 

Bagi hewan yang terpapar pun dagingnya masih bisa dikonsumsi.

Diketahui, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo sebelumnya mengatakan, sembilan ekor domba positif PMK di Kabupaten Sleman itu telah dikonfirmasi oleh Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates pada tanggal 20 Mei setelah sebelumnya DP3 Sleman mengirim sampel ke BBVet untuk diuji laboratorium akibat adanya laporan awal, satu ekor domba menunjukkan gejala sakit.

Baca Juga :  Diawali Suara Letupan, SDN Delegan 1 Prambanan Ludes Terbakar

“Jadi pada tanggal 6 (Mei) kemarin, seekor domba dilaporkan gejala sakit, diare, kurang nafsu makan, ujung bibir bengkak dan merah dan terdapat berkeropeng basah yang ditangani oleh Puskeswan setempat. Kemudian setelah observasi, diambil sampel swab untuk diuji PCR PMK ,” kata Kustini.

Baca Juga :  Ngebet Mbangun Meski Belum Ada Izin Gubernur, Perumahan di Atas Tanah kas Desa di Sleman Ini Disegel Satpol PP DIY!

Uji sampel swab domba pertama, pada tanggal 18 Mei BBVet Wates mengonfirmasi positif PMK .

Dua hari kemudian DP3 Sleman bersama dengan BBVet Wates melakukan investigasi lapangan dan pengambilan sampel swab dan serum darah.

Total ada 15 sampel yang diambil dan diuji.

Hasilnya, sembilan domba dinyatakan positif menderita Penyakit Mulut dan Kuku sedangkan 6 ternak lainnya negatif.

www.tribunnews.com

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com