JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pertama di Sragen, Setiap Warga Meninggal di Desa Ini Dapat Santunan Rp 500.000 dari Pemdes. Kades: Wujud Desa Hadir untuk Warga!

Kades Banyurip Sambungmacan, Suwarno saat mengecek pengerjaan pembangunan rumah warga tidak mampu yang mendapat bantuan program stimulan perumahan swadaya (BSPS) di desanya, Rabu (25/5/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski memiliki jumlah KK miskin cukup tinggi, Pemerintah Desa (Pemdes) Banyurip, Kecamatan Sambungmacan, memiliki terobosan program cukup merakyat.

Salah satunya program santunan kematian bagi warga yang meninggal dunia. Terobosan yang diyakini baru pertama di wilayah Sragen itu digulirkan sejak enam tahun silam di bawah kepemimpinan Kades Suwarno.

“Iya, salah satu program kami adalah Pemdes harus hadir untuk warga yang sedang berduka. Wujudnya melalui pemberian santunan duka. Jadi setiap ada warga yang meninggal dunia, kami siapkan santunan sebesar Rp 500.000,” papar Kades Banyurip, Suwarno kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (25/5/2022).

Ia menerangkan program santunan duka cita itu digulirkan sejak awal pemerintahannya enam tahun lalu.

Baca Juga :  Capek-Capek Jungkir Balik, Tim Futsal Wartawan Tetap Kalah 0-2 dari Bupati CS. Sekda Sumbang Satu Gol

Selama kurun itu sampai akhir 2021, total sudah 193 warga meninggal di Desa Banyurip mendapat santunan duka dari Pemdes.

Kades menyampaikan alokasi santunan duka itu diambilkan dana desa yang bersumber dari pendapatan asli desa (PAD) hasil pelelangan tanah eks Ben setiap tahun.

Santunan itu diberikan kepada setiap warga yang meninggal dunia tanpa melihat latar belakang ekonomi maupun strata sosial. Pencairannya pun cukup mudah namun untuk memudahkan administrasi, pencairan dilakukan setiap sebulan sekali.

“Jadi kalau ada yang meninggal kita tampung kita catat dulu datanya. Nanti menunggu satu bulan sekalian, ada berapa warga yang meninggal akan dicairkan dalam sekali setiap bulan. Ini untuk memudahkan pengadministrasian di desa. Nggak memandang itu kaya atau miskin, setiap yang meninggal kita berikan santunan,” jelasnya.

Baca Juga :  Perdaya Janda-Janda Basah, Pegawai RSUD Gemolong Gadungan Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara. Lihat Tatapan Matanya!

Kades Suwarno menambahkan program santunan duka itu digagas sebagai wujud kepedulian Pemdes terhadap warga. Tujuannya meringankan beban keluarga yang sedang ditimpa kemalangan tersebut.

“Meski nominalnya mungkin tidak seberapa, ini wujud pemdes hadir tidak hanya ketika warga bersuka saja, tapi ketika warga ada yang berduka kita juga hadir. Toh PAD itu juga milik bersama warga dan desa sehingga kita kembalikan ke warga,” terangnya. Wardoyo

Bagi Halaman
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com