JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Terganjal Usia, 500-an Calon Jemaah Haji Asal Bantul Terancam Gagal Berangkat

Ilustrasi jemaah haji / pixabay

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Terganjal masalah umur, sekitar 500-an calon jemaah tahun 022 haji asal Bantul  terancam gagal berangkat.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan mengnai pembatasan usia jemaah haji.

Hal itu pun berimbas bagi para calon haji di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bantul.

Kepala Kantor Kementerian Agama Bantul , Aidi Johansyah mengungkapkan, dari total 930 calon haji asal Bantul yang seharusnya berangkat tahun ini setidaknya ada sekitar separuhnya yang tidak bisa berangkat ke tanah suci.

Dari data yang ia punya, setidaknya ada sekitar 500 calon haji asal Bantul yang tak bisa berangkat tahun ini karena kendala umur.

Ia menjelaskan, penyebab ratusan calon haji yang tak bisa berangkat itu dikarenakan kebijakan pemerintah Arab Saudi yang melakukan pembatasan kuota haji .

Baca Juga :  Provinsi DIY Masuk Musim Kemarau Basah, Ini yang Diprediksi Akan Terjadi

Khususnya terhadap pembatasan usia haji yang tidak boleh melebihi 65 tahun.

“Memang oleh pemerintah Arab Saudi kuota jemaah Indonesia dikurangi 50 persen. Biasanya 3.000 jamaah sekarang hanya 1.400an. Selain itu juga ada pembatasan usia, sehingga dari Bantul hanya ada sekitar 430-an saja yang masuk kuota tahun ini,” ujarnya Jumat (27/5/2022).

Terkait dengan kondisi di tersebut pihaknya memang tidak bisa berbuat banyak, karena itu merupakan kebijakan langsung dari pemerintah Arab Saudi.

Adapun karena kebijakan ini, calon haji yang berusia lanjut yang sekiranya berangkat tahun 2020 tak bisa berangkat meski sudah mengantre bertahun-tahun.

Dirinya pun mengembalikan keputusan kepada calon haji , apakah ingin melakukan pembatalan haji dan menarik kembali tabungannya atau tidak.

Baca Juga :  Kedua Orangtuanya Sudah Tiada, Saudara Merantau, Pria Warga Gunungkidul Ini Ditemukan Meninggal di Kamarnya

“Itu sudah menjadi kewenangan pribadi calon haji . Hanya saja jika dicabut nantinya calon haji akan mengulang antrean kembali,” ungkapnya.

Terkait dengan antrean, Aidi menjelaskan bahwa antrean haji di Yogyakarta sendiri mencapai 35 tahun.

Pemerintah Indonesia sebenarnya telah memprioritaskan keberangkatan calon haji berusia lanjut atau yang sudah di atas 75 tahun.

Kini dirinya hanya bisa berharap kebijakan usia calon jemaah haji bisa kembali seperti semula, tanpa dibatasi umur.

“Kalau kebijakan di Indonesia yang diprioritaskan memang usia lanjut. Harapan kami, tahun depan tidak ada pembatasan usia lagi agar antrian di tahun 2020 lalu bisa diberangkatkan,” pungkasnya.

www.tribunnews.com

 

Bagi Halaman
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com