JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dianggap Mencoreng Desa, Warga Desak Pak Bayan di Kedawung Sragen yang Tega Hamili Siswi SMK Disanksi Lengser

“Sejak kasusnya terbongkar, Pak Bayan sudah jarang masuk kantor. Sebelumnya juga jarang masuk, sekarang malah makin sering nggak ngantor. Sebulan itu bisa dihitung berapa kali dia masuk,” urainya.

Terkait desakan pelengseran itu, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sragen, Badrus Samsu Darusi mengatakan kasus yang melibatkan oknum Kadus di Kedawung itu memang sangat memprihatinkan.

Baca Juga :  Simak Video Tips Kapolres Sragen dan Pimpinan BRI Cegah Kejahatan Pembobolan Rekening!

Dalam Perda maupun Perbup jelas tertuang bahwa seorang aparat penyelenggara pemerintahan termasuk perangkat desa dilarang melakukan tindakan yang melanggar norma kesusilaan.

“Di Perda dan Perbup jelas aturannya, dan sanksinya apa sudah jelas,” paparnya.

Meski demikian, ia menyampaikan kewenangan pemberian sanksi bagi perangkat desa menjadi kewenangan penuh atasannya dalam hal ini kepala desa.

Baca Juga :  Kasus Polisi Perkosa Anak Tiri, Komnas PA Apresiasi Polresta Cirebon. Ingatkan Dampak Memviralkan Korban Anak!

“Sampai saat ini untuk masalah itu tidak dilaporkan ke kami. Tapi sekali lagi, kewenangan memberi sanksi bagi pelanggaran perangkat desa itu ada di atasannya dalam hal ini kepala desa,” tandasnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com