JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sedih Merasa Dikorbankan, Bu Guru Suwarti Kekeh Takkan Kembalikan Gaji. “2 Tahun Saya Ngajar Pak, Tidak Duduk Manis!”

Soal kesediaan Bupati Sragen membayar pengembalian gajinya, Suwarti menyebut terimakasih atas niat baik itu.

Tapi secara prinsip dirinya tetap tidak terima dengan putusan BKN dan akan menuntut hak sebagai guru yang pensiun 60 tahun.

Lempar Tanggungjawab 

Senada, anggota DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto yang sejak awal mendampingi Bu Suwarti, menyayangkan putusan BKN tersebut.

Bambang Widjo Purwanto. Foto/Wardoyo

Menurutnya putusan BKN itu seolah mencari pembenaran sendiri dan melempar tanggungjawab kesalahan administrasi dengan mengorbankan Suwarti.

Padahal realitanya, Suwarti memiliki semua persyaratan, mengajar dan diangkat PNS dengan SK sebagai guru.

“Kami hanya melihat dari sisi kenyataan yang sebenarnya. Faktanya, Bu Suwarti ini punya SK guru dan mengajar sampai pada usia 60 tahun. Bagaimana mungkin kemudian tidak dianggap guru, tapi malah disuruh mengembalikan gaji dan tidak dapat pensiunan. Kalau dirunut yang salah kah pemerintah dan dinas. Kenapa penyesuaian berkasnya tidak diproses, ketika usia 58 juga tidak diberitahu atau diberhentikan. Tapi tetap dibiarkan mengajar dan gaji dibayarkan,” tandasnya.

Baca Juga :  Perhatian, Warga PSHT Ngawi dan Soloraya Dimohon Jangan Masuk ke Sragen!

Karenanya ia tetap mendorong dan mengawal Bu Suwarti untuk berjuang mencari keadilan.

Sebab jika dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan kasus itu akan terulang dan semakin banyak PNS atau guru yang menjadi korban keteledoran dinas maupun BKN.

“Bayangkan ketika orang sudah menjalankan tugasnya mengajar dan digaji, tiba-tiba disuruh mengembalikan, dimana keadilannya. Bu Warti ini dari awal SK PNS-nya guru. Dia juga dapat sertifikasi guru yang syaratnya juga ijazah harus sarjana atau akta IV. Persoalan sertifikasinya dari Kemenag, lha Kemenag itu kan juga masih negara Indonesia, kenapa harus dimasalahkan,” tandasnya.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegaskan Suwarti (60), guru agama SDN Jetis 2 Sambirejo, tetap harus mengembalikan gaji 2 tahun terakhir dan tidak mendapat hak tunjangan pensiun.

Penegasan itu disampaikan mendasarkan hasil konsultasi dan petunjuk setelah tim Pemkab mendatangi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) tanggal 6 Juni 2022 kemarin.

Baca Juga :  Akui Mengarang Cerita Pembacokan, Korban Tabrak Lari di Sragen Akhirnya Minta Maaf di Depan Kapolres

“Dari BKN sudah jelas. Kita ke sana tanggal 6 kemarin, beliau (Kepala BKN) juga sudah memberikan petunjuk. Bahwa memang (Bu Suwarti) tetap harus mengembalikan dan mengembalikan gaji. Tapi masalah pensiun, Bu Suwarti tidak bisa mendapatkan pensiun,” paparnya kepada wartawan, Kamis (8/6/2022).

Mengenai pengembalian gaji, Bupati menyebut itu memang kebijakan Kabupaten Sragen. Jika yang bersangkutan tidak sanggup, dirinya selaku Bupati juga sudah menyanggupi untuk membayarnya.

Dari perhitungan, jumlah 2 tahun gaji yang harus dikembalikan Bu Suwarti adalah Rp 93 juta.

“Yang mau mengembalikan Bu Bupati saya udah menyanggupi. Tapi saya minta Bu Suwarti juga memahami akan aturan dan regulasi. Kalau mengedepankan pokoknya, kami juga sulit. Sehingga kami pun sudah, beliau mau bagaimana ya, saya juga nggak ngerti,” katanya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com