Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Warga Was-was!  Ada Sapi Tergeletak di Pasar Hewan Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali. Ini Penjelasan Ka UPT Pasar Hewan

Seekor sapi hendak dinaikkan ke atas kendaraan di Boyolali / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga Desa Jelok, Kecamatan Cepogo dikagetkan adanya empat ekor sapi menggeletak di Pasar Jelok, desa setempat, Kamis (23/6) dinihari.

Warga khawatir sapi tersebut terpapar penyakit mulut dan kukuk (PMK).

Dari informasi yang berkembang, sapi tersebut didatangkan warga dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Hanya saja, setelah beberapa saat, sapi lalu dibawa pemiliknya pergi.

Tidak diketahui pasti ke mana sapi- sapi itu dibawa oleh pemiliknya. Kejadian itu juga diakui oleh Kepala UPT Pasar Hewan Disdagperin Boyolali, Sapto Hadi Darmono.

Dirinya mengaku sempat melihat kondisi sapi tersebut setelah diberitahu oleh warga melalui telepon.

“Saya lalu mengecek ke Pasar Hewan Jelok dan sampai di pasar  pukul 05.00. Saya masih sempat melihat sapi itu, jenis sapi perah. Mungkin mau dipotong,” katanya.

Menurut keterangan pemilik sapi, lanjut dia, sapi tersebut sengaja diturunkan di Pasar Hewan Jelok. Alasannya, di rumah pemilik sapi tidak ada tempat khusus penurunan sapi dari atas truk.

“Sehingga sapi sengaja diturunkan di Pasar Hewan Jelok yang memang memiliki tempat khusus untuk menaikkan dan menurunkan sapi dari truk maupun mobil pikap.”

Disinggung tentang kondisi sapi, Sapto mengaku, saat mau diangkut kembali dengan pikap, sapi- sapi tersebut ternyata bisa berdiri. Diduga, sapi itu mengalami kelelahan karena perjalanan jauh.

Pihaknya juga tidak bisa memastikan apakah sapi itu terpapar PMK atau tidak. Sebab, untuk memastikannya harus diperiksa oleh petugas kesehatan hewan. Sampel juga harus diperiksa di laboratorium veteriner.

Namun, dari hasil pengamatan sekilas, ada sapi yang mengalami luka di bagian tubuhnya. Luka itu diduga terjadi karena himpitan dalam perjalanan.

“Saya memang sempat lihat ada luka di bagian pantat, tapi itu luka akibat dampak perjalanan jauh.”

Dan setelah sapi dibawa pergi, pihaknya langsung melakukan upaya sterilisasi. Lokasi tersebut langsung dibersihkan. Pihaknya juga meminta bantuan petugas PMI Boyolali untuk melakukan penyemprotan disinfektan.
“Sehingga tempat itu kembali steril.” Waskita

Exit mobile version