Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Sudah 49 Sapi di Sragen Mati Terserang PMK, 451 Masih Positif Terjangkit

Kondisi sapi milik peternak di Desa Gemantar, Mondokan, Sragen yang mati mendadak Minggu (10/4/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Sragen masih mengkhawatirkan.
Hingga Kamis (30/6/2022) petang, jumlah sapi yang dinyatakan positif terjangkit terus melonjak mencapai 996 ekor.

Dalam sehari terakhir, total ada 21 sapi yang kembali dilaporkan terjangkit penyakit tersebut.

Data itu terungkap dari update rekapitulasi jumlah kasus PMK yang tercatat di Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) sampai Kamis (30/6/2022) petang.

Berdasarkan laporan terbaru yang terdata di Disnakkan petang tadi, total kasus PMK sampai petang ini sudah mencapai 996 ekor sapi.

Dari angka itu, rinciannya 451 ekor sapi positif aktif, 496 sembuh, 21 kasus baru dan 49 ekor sapi mati.

“Sampai petang ini total kasus PMK di Sragen mencapai 996 ekor sapi. Dalam sehari tadi ada 21 kasus baru dan total 496 sembuh. Kemudian sapi yang mati akibat PMK mencapai 49 ekor. Dari 49 ekor yang mati, 41 ekor dipotong dan 8 mati,” papar papar Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan Sragen, Toto Sukarno kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (30/6/2022).

Berdasarkan sebaran kasusnya, wabah PMK di Sragen kini menjangkiti 18 kecamatan dari total 20 kecamatan yang ada.

Kasus tertinggi di Kecamatan Sumberlawang dengan 104 kasus, disusul Kedawung dengan 99 kasus, Kalijambe dan Sambungmacan dengan 98 kasus. Wardoyo

Exit mobile version