JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Menengok Kampung Batik Jantran, Penghasil Batik Terbesar di Jateng. Sehari Bisa 25.000 Lembar, Harga Dijamin Lebih Miring

Sugiyamto. Foto/Wardoyo

Sugiyamto menyampaikan usaha batik mendominasi 80 persen lebih pencaharian warga.

Mulai dari perajin besar, karyawan hingga perajin rumahan semua bergantung pada batik.

Kemajuan teknologi pemasaran di era digital juga makin memacu semangat untuk lebih mendorong batik Jantran agar lebih dikenal publik.

“Sekarang teman- teman pengrajin punya web sendiri dan mulai memasarkan produk lewat online. Alhamdulillah pasca pandemi ini pesanan mulai banyak. Harapan kami dengan makin dikenal luas, batik dari sini akan makin maju,” tandasnya.

Baca Juga :  Siap-Siap Panas Dingin, Kasus Mafia Tanah OO di Sragen Mendekati P-21. Bakal Seret Banyak Tersangka

Kades Pilang, Sukisno membenarkan jika Jantran memang menjadi salah satu kampung produsen batik di Desa Pilang yang selama ini sudah dicanangkan sebagai Desa Wisata Batik di Sragen.

“Hampir 75 persen masyarakat di sini berusaha batik. Ada pengusaha besar, ada perajin kecil, ada pembatik dan lain-lain. Batik menjadi andalan ekonomi warga sini,” ujarnya saat hadir di sebuah acara pelatihan bertema batik di balai desa setempat belum lama ini.

Baca Juga :  Geger Mayat Wanita Tersangkut di Pintu Air Barat Lapas Sragen. Kondisinya Sudah Membusuk

Ia berharap ikon Desa Wisata Batik itu bisa terus berkembang dan maju. Sebab dua tahun pandemi diakui telah meluluhlantakkan prospek batik yang terbilang sangat terpuruk.

“Setelah pandemi, Alhamdulillah mulai bangkit. Mudah-mudahan ke depan semakin berkembang lagi,” tandasnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com