JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Menguak Misteri Jembatan Sapen yang Dikenal Paling Angker dan Sering Jadi Tempat Bunuh Diri. Benarkah Ada Penunggunya?

Seperti diketahui, dalam kurun dua tahun terakhir, tercatat ada 5 kasus bunuh diri di Jembatan Sapen.

Mayoritas korban berasal dari sekitar wilayah Sapen namun ada juga yang berasal dari luar kecamatan.

Sastro yang sempat beralasan membuang pusaka, ternyata belakangan diketahui juga didera depresi. Ia nekat terjun dari Jembatan Sapen pada Minggu (14/8/2022) pagi pukul 11.15 WIB.

Jenazahnya ditemukan dalam kondisi tewas mengapung di aliran Bengawan Solo Dukuh Dalungan, Desa kedungupit, Sragen tiga hari kemudian di jarak 3,55 km, Selasa (16/8/2022).

Sebelumnya, sudah ada empat warga yang bunuh diri dari jembatan penghubung antara Kecamatan Sragen ke wilayah Gesi dan Sragen utara itu.

“Iya dalam catatan kami sudah empat kali kasus bunuh diri di Jembatan Sapen. Kami juga tidak tahu mengapa lokasi itu jadi tempat bunuh diri. Yang jelas mayoritas korban justru bukan warga sekitar tapi malah dari luar Gesi,” ujar Kapolsek Gesi, AKP Teguh Purwoko kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (16/8/2022).

Baca Juga :  15.000 Warga Sragen Tumplek Blek Jalan Sehat Hari Guru Nasional. Bupati Pesan Korpri dan PGRI Makin Kompak

Kapolsek menguraikan kondisi Jembatan Sapen memang agak sepi. Panjang jembatan 100 meter dan kondisi air bengawan yang agak tenang di lokasi itu, diduga menjadi alasan para korban memilih lokasi itu untuk bunuh diri.

Dari catatan JOGLOSEMARNEWS.COM , kasus bunuh diri terakhir sebelum Sastro Utomo dilakukan Mardiyanto (47) warga Dukuh Gabus Wetan RT 5, Desa Gabus, Ngrampal.

Ia ditemukan tak bernyawa setelah bunuh diri terjun dari Jembatan Sapen, Tanggan, Gesi pada Sabtu (5/12/2020).

Jenazah bapak dua anak itu ditemukan di Sungai Bengawan Solo tepatnya di Dukuh Patikan RT 06, Desa Karangudi, Ngrampal, Sragen.

Kemudian, ada Wijayadi (Wanto), penjual pentol goreng berusia 30 tahun asal Dukuh Sigit RT 2, Sigit, Tangen, Sragen juga nekat bunuh diri terjun dari Jembatan Sapen, pada Senin (14/9/2020) malam.

Baca Juga :  Ratusan Warga Bibis Jadi Saksi Jalan Mulus dan 2 Gedung Baru Bantuan Sugiyamto. Mas Bowo Berharap Beri Kemanfaatan

Sebelumnya, pada Sabtu (4/4/2020) seorang wanita bernama Prihatin (44) asal Dukuh RT 9, Desa Majenang, Sukodono itu juga tewas usai bunuh diri terjun ke Sungai Bengawan Solo dari atas Jembatan Sapen di Dukuh Sapen, Tanggan, Gesi.

Kemudian ibu muda dua anak bernama Deni Pertiwi (24), ibu dua anak itu juga ditemukan tak bernyawa usai bunuh diri dengan terjun ke Sungai Bengawan Solo dari atas Jembatan Sapen.

Dari penuturan kerabat dan riwayat psikologisnya, korban diduga
mengalami depresi berat dan pernah dua kali masuk rumah sakit jiwa (RSJ). Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com