Beranda Umum Nasional Menko Airlangga Minta Potensi Industri Sawit Diiringi Sustainability demi Kesejahteraan Rakyat

Menko Airlangga Minta Potensi Industri Sawit Diiringi Sustainability demi Kesejahteraan Rakyat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto / Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mendorong potensi ekspor sawit yang tinggi untuk terus ditingkatkan.

Dorongan itu sejalan dengan masih adanya peningkatan harga komoditas kelapa sawit untuk menopang kesejahteraan masyarakat.

“Untuk itulah potensi ekspor sawit yang tinggi ini perlu untuk terus kita dorong,” papar Menko Airlangga saat menyampaikan keynote speech secara virtual dalam acara Borneo Forum ke-5 Tahun 2022, Rabu (24/8/2022).

Acara tersebut diselenggarakan oleh oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dengan mengusung tema “Menuju Industri Sawit Borneo Lebih Berkelanjutan”.

Menko Airlangga menjelaskan, komoditas sawit telah menjadi subsektor yang memberikan dukungan penting pada sektor pertanian.

“Di mana, pertanian merupakan salah satu kontributor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Industri kelapa sawit, tandas Airlangga, terbukti mampu menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang tinggi, membangun kemajuan pedesaan, hingga mengurangi tingkat kemiskinan dengan cukup signifikan.

Ia mengatakan, Indonesia merupakan negara produsen sawit terbesar di dunia yang menyumbang 54% market share dunia. Sehingga, ekspor produk industri kelapa sawit Indonesia mampu menjangkau lebih dari 125 negara untuk keperluan pangan, energi dan aneka industri hilir lainnya.

Baca Juga :  Kasus Chromebook Terkuak, Pejabat Kemendikbudristek  Akui Terima Uang Rp 500 Juta dari Perusahaan Vendor

Guna menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi, Pemerintah terus mengembangkan industri hilir kelapa sawit agar tidak hanya terkonsentrasi pada bahan baku, namun juga hingga ke hilir bahkan sampai produk akhir.

Selain itu, Pemerintah juga telah menerapkan berbagai kerangka kebijakan komprehensif dan mendorong kerja sama multipihak agar sektor kelapa sawit mampu berkembang dengan tetap memperhatikan keberlanjutannya bagi lingkungan.

Dipaparkan, penetapan kerangka kebijakan tersebut mulai dari Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) 2019-2024, hingga Program Strategis Nasional tentang Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

“Kontribusi sektor perkebunan kelapa sawit yang besar juga perlu untuk terus diiringi dengan sustainability atau keberlanjutannya bagi lingkungan dan masyarakat luas agar sejalan dengan kaidah-kaidah pembangunan berkelanjutan,” ungkap Menko Airlangga.

Menko Airlangga meminta pemerintah daerah untuk terus mengawal keberlanjutan investasi industri kelapa sawit sekaligus memberikan kepastian hukum berusaha.

Dia juga mendorong dilakukannya program PSR, menjaga kemitraan antara perkebunan sawit rakyat dengan perkebunan besar, memfasilitasi penyelesaian masalah yang terkait dengan industri kelapa sawit, serta mempromosikan industri sawit di daerahnya agar semakin berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Baca Juga :  Harga Naik di Akhir Tahun, Pemerintah Klaim Daya Beli Aman

Untuk diketahui, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Kalimantan Selatan, Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Kalimantan Utara.

Hadir pula Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Kapolda Kalimantan Tengah, Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua Umum GAPKI, Ketua Cabang GAPKI seluruh Indonesia, serta Ketua Asosiasi Petani Perkebunan. Suhamdani

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.