JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

BPBD DIY Imbau Warga Waspada Bencana Hidrometerologi, Faktanya 8 Rumah di Sleman Porak Poranda

“Dampak dari kejadian langsung ditangani warga, relawan, Petugas BPBD Kab. Sleman, Petugas Sarlinmas wilayah 7 dan Petugas kepolisian Pamat Polda DIY,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada terhdap potensi pohon tumbang dan bahaya kejadian hidrometerologi.

Kepala Stasium Klimatologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Sleman, Reni Kraningtyas, menjelaskan musim hujan saat ini diperkirakan bakal dipengaruhi fenoma La Nina lemah dan Dipole Mode Negatif.

Baca Juga :  Erina Gudono Kenakan Busana Muslim dan Make Up Minimalis Saat Semaan Alquran

Kondisi itu diperkirakan akan bertahan hingga akhir 2022.

“Musim Hujan 2022/2023 saat ini dipengaruhi oleh La Nina Lemah dan Dipole Mode Negatif yang diprakirakan akan bertahan hingga akhir tahun,” katanya.

Sehingga, lanjut Reni, awal musim hujan di DIY umumnya terjadi pada Oktober 2022 dasarian 2 dengan sifat hujan yang umumnya normal.

Baca Juga :  Garut Diguncang Gempa Susulan dengan Kekuatan M2,9

“Namun ada dua zona yang sifat hujannya di atas normal, yakni terjadi di Gunungkidul bagian selatan, serta Kulon Progo bagian selatan,” ungkapnya.

Dari prakiraan situasi tersebut, potensi kejadian luar bias dapat dijumpai yakni hujan deras disertasi angin, serta munculnya peristiwa tanah lomgsor.

www.tribunnews.com

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com