JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Candi Sari, Peninggalan Mataram Hindu Kuno di Bukit Desa Gedangan, Boyolali

Upaya pemeliharaan terus berlanjut. Bahkan, sejak tahun 1976, BPCB Jateng menempatkan juru pelihara di situs Candi Sari. Sehingga situs purbakala ini terawat dengan baik. Contoh nyata,  saat erupsi Merapi, batuan situs ditutup plastik agar batu tidak rusak terdampak abu vulkanik.

“Saat ini, arca-arca yang masih bagus masih disimpan di muskala Semarang, sebagian di kantor BPCB Prambanan. Ini kan tempatnya terbuka, penjagaannya tidak 24 jam, jadi menghindari risiko-risiko kehilangan.”

Baca Juga :  Kasihan, Lansia di Musuk, Boyolali Ditemukan Tewas di Rumahnya

Ditambahkan, pemeliharaan dilakukan agar situs dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat. Baik untuk keperluan pendidikan sejarah maupun kegiatan wisata dan peribadatan kalangan umat Hindu.

“Pengunjung cukup banyak. Sebelum pandemi bisa 2.000 lebih pengunjung/bulan. Kini setelah ada pelonggaran kegiatan masyarakat, ada peningkatan jumlah pengunjung lagi. Pengunjung tidak dipungut biaya.”

Para pengunjung dating untuk sejumlah keperluan. Ada yang untuk peribadatan dari umat Hindu. Kemudian juga ada untuk kepentingan pendidikan serta untuk kegiatan pariwisata. Pada Minggu atau hari libur, pengunjung semakin banyak.

Baca Juga :  Jangan Kaget, Candi Sari di Desa Gedangan, Boyolali Ditutup Terpal. Ini Tujuannya

Lokasi Candi Sari yang berada di wilayah Gunung Merapi sisi timur ini memang menyuguhkan pemandangan yang indah. Dari tempat tersebut, jika cuaca cerah kita dapat menyaksikan keindahan Gunung Merapi dan Merbabu. Waskita

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com