JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Harga BBM Naik, Tarif Angkot di Sragen Mulai Naik Rp 1000 Perak. Sebagian Masih Maju Mundur

Ilustrasi angkot yang masih tersisa dan bertahan beroperasi di jalur ring road Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tak pelak mulai berimbas pada tarif angkutan.

Tarif angkutan kota (angkot) sejumlah jalur di Sragen mulai dinaikkan secara sepihak. Namun ada pula trayek yang masih bertahan dengan tarif lama karena menunggu perkembangan.

Angkot yang menaikkan tarif beralasan terpaksa melakukan demi menutup kenaikan beban biaya operasional untuk BBM.

Sementara uang belum naik, masih bimbang untuk menaikkan karena khawatir jika dinaikkan akan membuat makin ditinggalkan penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen, Catur Sarjanto mengatakan kenaikan tarif sudah dilakukan oleh pengemudi angkot jalur Pasar Bunder-Bulu Purwosuman.

Catur Sarjanto. Foto/Wardoyo

Tarif angkot jalur ini mulai naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000 sejak kenaikan harga BBM pekan lalu.

Baca Juga :  Ini Penampakan Jejak Macan yang Bikin Warga Ketakutan. Petugas Temukan Bekas Tempat Istirahat

“Mereka menaikkan karena menyesuaikan kenaikan beban biaya operasional akibat naiknya harga BBM. Karena dampak kenaikan harga BBM memang dirasakan sangat berpengaruh pada biaya operasional. Sebab BBM itu menjadi komponen utama untuk operasional angkot atau jasa transportasi,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (6/9/2022).

Meski demikian, beberapa trayek angkot dan angkutan jalur lain sejauh ini terpantau belum menaikkan tarif. Mereka beralasan belum berani menaikkan tarif dengan alasan khawatir imbasnya terhadap penumpang.

Seperti angkot trayek Pilangsari-Pasar Bunder yang saat ini masih bertahan dengan tarif Rp 4000. Mereka memilih belum menaikkan tarif karena takut makin ditinggal penumpang.

“Yang belum menaikkan tarif memang khawatir makin nggak ada penumpang. Jadi masih dilema dan menunggu perkembangan dari atas,” urainya.

Baca Juga :  Percepat Vaksinasi Covid-19 Inklusif, Migrant Care Gelar Vaksinasi Massal di Cepoko Sumberlawang

Lebih lanjut, Catur menyampaikan terkait kenaikan tarif saat ini memang masih menunggu petunjuk dari pusat. Biasanya ada keputusan penyesuaian tarif yang ditetapkan dengan rentang batasan bawah dan batasan atas.

Menyikapi adanya angkot yang naik dan belum, dalam waktu dekat pihaknya akan segera menggelar rapat terkait hal itu dengan pihak-pihak terkait.

“Ini masih proses koordinasi karena sampai sekarang belum ada kebijakan dari pusat soal penyesuaian atau perubahan tarif angkutan usai kenaikan harga BBM. Kami masih menunggu barangkali nanti ada intervensi dari pusat terutama kompensasi untuk pelaku jasa transportasi angkutan yang memang sangat terdampak langsung kenaikan BBM,” jelasnya. Wardoyo

Bagi Halaman
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com