JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Harga BBM  Resmi  Naik, Tarif Ojol Diusulkan Naik 30 Persen

Harga Ojek Online Belum Terkerek

Sementara pengusaha angkutan darat sudah ancang-ancang menaikkan harga, tarif ojek online (ojol) belum naik meski harga BBM telah terkerek.

Ketua Asosiasi Driver Online (ADO), Taha Syafaril, bahkan mengaku belum mendapat kabar tentang niat perusahan penyedia jasa aplikasi menaikkan tarif ojol yang sempat diwacanakan pemerintah–namun belakangan dibatalkan.

“Belum ada kabar kenaikan tarif, mengenai kapannya juga belum ada info ke saya,” kata Taha.

Taha menyebut kenaikan harga BBM tanpa diiringi kenaikan tarif ojol akan merugikan pengemudi ojol.

Baca Juga :  Sebut Penetapan UMP Sebagian Besar Provinsi  di Bawah Nilai Inflasi, KSPI Ancam Gelar Demo Besar-besaran

Sebab, BBM termasuk modal yang wajib dikeluarkan. Begitu pula kartu tol, perawatan mobil, dan kesiapan bekerja dalam satu hari. Sementara itu, para driver online tidak memiliki penghasilan tetap.

“Kadang banyak, sedang, atau kurang,” ujar Taha.  “Nah, dengan BBM naik, modal naik. Penghasilan semakin lama semakin turun,” katanya.

Karena itu, Taha meminta pemerintah menaikan tarif ojol dan taksi online sebesar minimal 30 persen dari harga yang berlaku saat ini.

Baca Juga :  Dinyatakan Gagal Ikut Pemilu 2024, Gugatan 4 Parpol Ini Ditolak Bawaslu. Ini Masalahnya

Ia pun memohon pemotongan pungutan dari perusahaan aplikasi menjadi 10 persen tanpa ada fee tambahan dalam setiap order.

Taha menuturkan, saat ini, pihaknya sedang menggagas pertemuan koalisi mengenai upaya dialog dengan pemerintah.

“Belum tahu juga apakah dengan cara unjuk rasa,” kata Taha. Namun, upaya tersebut akan dilakuksanakan secepatnya. “Saat ini secara pribadi dan organisasi, kami mengimbau offbid dulu,” ucapnya.

www.tempo.co

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com