JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Hidupkan Kembali Tradisi, Mahasiswa KKN 139 UNS Gembleng Siswa SDN 02 Blumbang dengan Tarian Tradisional

Mahasiswa KKN 139 UNS sedang melatih tari tradisional kepada para siswa SDN 02, Blumbang, Tawangmangu, Karanganyar / Foto: Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kemajuan teknologi yang semakin pesat di tengah era digital ini, tanpa disadari telah menyebabkan banyak anak terlena dan melupakan budaya-budaya yang ada di sekitarnya.

Salah satu bagian dari budaya lokal adalah tarian tradisional. Anak-anak sekarang kurang tertarik untuk mempelajari tari tradisional.

“Padahal pengenalan budaya ini penting dilakukan, mengingat di zaman sekarang banyak anak yang kurang mengenal budayanya sendiri, misalnya tari tradisional,” ujar Rona Herawati, salah satu mahasiswa KKN Kelompok 139 UNS di Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Oleh karena itu, menurut Rona Herawati, untuk membangkitkan minat anak-anak pada tari tradisional, tim mahasiswa KKN Kelompok 139 UNS merancang program kerja berupa pengembangan budaya melalui pelatihan tari tradisional di SDN 02 Blumbang.

Baca Juga :  Dana BLT Sebesar Rp 86 M Cair, Perputaran Ekonomi di Karanganyar Menggeliat
Mahasiswa KKN 139 UNS tengah berfoto bersama / Foto: Istimewa

KKN Kelompok 139 UNS yang mengabdi pada Juli – Agustus 2022 ini, telah merancang program kerja pengembangan budaya melalui pelatihan tari tradisional di SDN 02 Blumbang.

“Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mengembangkan minat anak-anak pada budaya terutama tari tradisional,” ujar Rona Herawati.

Dalam penjelasannya, selain untuk mengembangkan budaya tari tradisional, program kerja tersebut sebagai salah satu upaya menghidupkan kembali ekstrakurikuler tari yang pernah ada di SDN 02 Blumbang yang terhenti sebab guru pengajarnya sudah pensiun dan tidak aktifnya kegiatan ekstrakurikuler sebagai akibat dari pandemi.

Baca Juga :  UNS Kirimkan 15 Orang  Relawan Dokter Spesialis Tulang dan Bedah Serta Tim Medis dan Resque ke Cianjur

“Selain itu, juga sebagai upaya menghidupkan kembali ekstrakurikuler tari yang sempat terhenti karena tidak ada guru yang bisa mengajar tari dan karena ada pandemi juga,” jelasnya.

Rona menjelaskan, kegiatan tari dilakukan satu kali dalam seminggu, yakni pada setiap Rabu atau Kamis, yang berarti terhitung empat kali selama periode KKN berlangsung.

“Kegiatan ini dimulai dari pemanasan, pemberian materi dasar, sampai dengan materi inti,” paparnya.

Sebagai bentuk kenang-kenangan, mahasiswa KKN Kelompok 139 UNS memberikan kenang-kenangan kepada pihak sekolah berupa sampur tari dan flashdisk yang berisi video tari untuk bisa dipelajari lebih lanjut oleh para siswa dan guru.  Redaksi

Bagi Halaman
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com