JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Pak Presiden Dengar, Massa di Solo Demo, Tuntut Ferdy Sambo Dihukum Mati

Massa saat menggelar demo menuntut Ferdy Sambo dihukum mati di Solo. Foto/Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah elemen muslim yang tergabung dalam Forum Solo Peduli Reformasi menggelar aksi demo di Bundaran Gladag, Solo, Jumat (2/09) siang.

Mereka mendesak pemerintah menghukum mati mantan Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo yang terlibat jadi otak pembunuhan berencana Brigadir J.

Aksi demo tersebut merupakan yang kedua di Solo terkait proses penegakkan hukum dalam kasus yang menjerat Sambo.

Dalam aksinya, Forum Solo Peduli Reformasi membentangkan beberapa spanduk diantaranya, Sambo Layak Dihukum Mati, Reformasi Mental Polri, dan Audit Polri Satgasus Merah Putih.

Koordinator Aksi Endro Sudarsono mengatakan, pihaknya menaruh perhatian dalam perkembangan penyelidikan kasus yang diduga melibatkan campur tangan Ferdy Sambo.

Baca Juga :  Boom Motorist Indonesia Hadirkan Gerakan 1.000 Toko di Solo

“Kami punya perhatian dalam kasus yang menjerat Sambo, diantaranya pembunuhan Brigadir J, dan konsorsium 303,” katanya saat diwawancarai pada sela-sela aksi.

Forum Solo Peduli Reformasi pun meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menkopolhukam untuk segera berkoordinasi agar kasus tersebut tidak dianggap sebagai kasus yang main-main.

“Tujuannya, agar kasus yang menjerat Sambo tidak dianggap sebagai kasus yang main-main,” jelas dia.

Maka dari itu, Endro menegaskan bahwa pihaknya meminta kepada Jaksa Penuntut Umun (JPU) yang menangani kasus Sambo agar memberikan tuntutan hukuman mati.

Baca Juga :  Dibuka Menpora, Porwanas Jatim 2022 Diikuti 2.300 Atlet. Kontingen PWI Solo Jadi Sorotan

“Kami juga meminta kepada Majelis Hakim untuk menghukum mati kepada siapa saja yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J,” bebernya.

Menurut Endro masyarakat masih menganggap bahwa penindakan terhadap kasus Sambo masih belum maksimal.

Selain itu, Forum Solo Peduli Reformasi juga meminta instansi kepolisian mulai dari tingkat Nasional, Provinsi, Kota/Kabupaten hingga Kecamatan untuk konsisten dalam memberantas peredaran narkoba, judi dan prostitusi.

“Kami juga meminta masyarakat untuk mengawal kasus ini, agar kasus ini berjalan dengan baik dan tidak terulang ke depannya,” tutup Endro. Ando

Bagi Halaman
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com