JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tak Ada Istilah Kontrak, Manajemen Pabrik Sepatu Asal Korea di Tanon Sragen Pastikan 35.000 Buruh Bakal Diangkat Karyawan Tetap. Ini Bocoran Gajinya!

“Kalau ada perusahaan yang mengajukan penangguhan THR misalnya, kami tidak pernah melakukan itu. Pasti kita berikan sesuai haknya, itu cuma untuk karyawan kami, kita jamin itu,” jelasnya.

Peluang Usaha Warga

Di sisi lain, perusahaan juga sudah siap membuka kemudahan usaha bagi warga sekitar. Di antaranya membuatkan pintu dari pabrik ke arah pemukiman warga agar bisa membuka peluang usaha yang lebih besar bagi warga.

“Nanti akan bekerjasama bagaimana mengatur itu. Kalau untuk misalnya ada warga yang punya usaha dan ingin bekerjasama dengan perusahaan kita juga akan membuka diri, asalkan sesuai prinsip dan saling menguntungkan,” tandasnya.

Sebelumnya disampaikan pabrik yang akan didirikan di Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, itu diproyeksikan akan beroperasi tahun 2025 dengan menyerap sekitar 35.000 tenaga kerja.

Baca Juga :  Berikut Daftar Desa dengan Pengelolaan Siskeudes Terbaik, OPD dengan SAKIP dan SIMPEG Terbaik Tahun 2022
Sudihartoyo. Foto/Wardoyo

Menurutnya pabrik itu akan membutuhkan lahan sekitar 40 hektar dan sejauh ini yang sudah deal untuk dilepaskan warga mencapai sekitar 32 persen.

“Rencananya akan didirikan pabrik sepatu, nanti orientasinya ekspor. Target dari principal, proyeksi menjadi perusahaan dan beroperasi mulai 2025,” papar Sudihartoyo.

Ia menyampaikan pabrik di Sragen ini merupakan perluasan dari dua pabrik yang sebelumnya sudah dibangun di Indonesia.

Yakni di Subang Jawa Barat yang saat ini sudah beroperasi dengan 45.000 karyawan dan didirikan di atas lahan seluas 65 hektare.

Baca Juga :  Larwasda 2022, Bupati Sragen Wajibkan Satu Instansi Satu Inovasi Setiap Tahun

Lantas pabrik kedua berlokasi di Cirebon, Jawa Barat dengan luas lahan sekitar 33 hektare dengan jumlah karyawan sekitar 30.000an.

Pabrik di Sragen itu nantinya akan menjadi cabang ketiga yang diproyeksikan menjadi pendukung untuk pabrik pertama di Subang.

Sudihartoyo menyebut saat ini proses pembebasan lahan sudah mencapai 32 persen. Terkait masih sejumlah warga pemilik lahan yang menolak menjual sawahnya, pihaknya menghormati hal itu.

Namun ia berharap lambat laun semua warga bisa mendukung mengingat kehadiran pabrik itu juga untuk mengangkat perekonomian dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com