JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Terbungkam Fakta, Hotman Paris Mulai Alihkan Isu. Minta Tim Psikolog dari Penyidik Diganti di Kasus Oknum Polisi Perkosa Anak Tiri

“Kemudian penyidik juga menerapkan Pasal 6 C UU No 12 tahun 2002 tentang tindak pidana kekerasan seksual. Ancaman hukumannya adalah 15 sampai dengan 20 tahun penjara,” jelasnya.

Mantan Kapolres Sragen yang pernah meraih penghargaan sebagai penyidik Tipidkor terbaik dari Kapolri tahun 2016 itu menegaskan pihaknya membuka ruang selebar-lebarnya kepada orangtua atau khalayak untuk apabila ada fakta baru yang belum terangkum saat proses penyidikan.

Namun tentunya fakta baru itu harus tetap disertai dengan bukti pendukung.

Termasuk membuka ruang komunikasi dengan penyidik apabila ada fakta lain di luar fakta yang sudah dihadirkan oleh penyidik dari keterangan-keterangan yang diperoleh selama proses penyidikan.

“Ini komitmen kami untuk menjaga proses penyidikan berjalan sebagaimana norma yang diharapkan termasuk juga memberikan rasa keadilan,” tandasnya.

Di sisi lain, tak hanya menegakkan rasa keadilan, dalam penanganan kasus ini juga sangat memperhatikan aspek perlindungan terhadap korban.

Baca Juga :  Pertamina Targetkan Implementasi DDF untuk 300 Mobil Tangki di Tahun 2025

Mengingat korban masih anak yang harus dijaga dari rasa trauma dan masa depannya harus tetap dilindungi.

Termasuk hal-hal yang harus didapatkan oleh keluarga seperti pendampingan psikologi juga sudah diberikan.

“Jadi korban jangan sampai menjadi korban untuk yang kedua kalinya. Karena kemudian konten isi yang terlalu dan menjadi konsumsi publik itu justru bisa mengakibatkan korban mengalami trauma secara psikis. Kami pastikan, Polresta Cirebon berkomitmen menjalankan proses ini secara profesional,” tandasnya.

Senada, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Provinsi Jawa Barat juga mendukung langkah cepat dan tegas Polresta Cirebon dalam menangani kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oknum anggota Polres Ciko, Briptu C.

Ketua Dewan Pembina Komnas PA Jawa Barat, Bimasena mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Polresta Cirebon dengan sudah menahan pelaku sejak 6 September dan menjalankan penyidikan secara profesional.

“Kami mengapresiasi Polresta Cirebon yang sudah melakukan langkah-langkah penanganan kasus itu secara profesional untuk memberikan keadilan kepada korban,” paparnya saat memberikan keterangan pers usai melakukan investigasi di Polresta Cirebon, Senin (26/9/2022).

Baca Juga :  Jokowi Mendadak Bertemu dengan Surya Paloh di Istana, Ada Apa?

Dalam kesempatan itu, Bima juga mengimbau masyarakat dan siapa pun juga untuk tidak serta merta memviralkan kasus kekerasan seksual dengan korban anak-anak.

Sebab ada sisi psikologis anak dan masa depannya yang harus tetap dijaga sehingga tidak malah membuat korban malah trauma.

“Kami mohon kepada kawan-kawan, kepada masyarakat, ketika ada korban anak-anak hendaknya tidak serta-merta memviralkan ya. Kita harus jaga masa depan anak ini yang akan datang,” jelasnya.

Terkait kasus Briptu C, pihaknya tetap akan terus mengawal proses penyidikan ini saat ini sampai dengan nanti di persidangan. Hal itu untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai koridor dan memberikan rasa keadilan bagi korban. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com