Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Akhirnya Terungkap Penyebab Puluhan Siswa SDN 3 Balepanjang Baturetno Wonogiri Keracunan

Ilustrasi keracunan / tribunnews

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hasil laboratorium atas sampel pada kasus puluhan siswa SDN 3 Balepanjang Baturetno Wonogiri keracunan.

Ada sejumlah sampel yang dikirim diuji laboratorium. Yakni sampel cilor alias cilok telor, saus, mayonaise, bumbu bubuk, serta muntahan siswa.

Dari hasil laboratorium, Dinas Kesehatan atau Dinkes Wonogiri melaporkan, ada temuan bakteri e coli dalam cilor yang dikonsumsi anak-anak tersebut.

Kepala Dinkes Wonogiri Setyarini mengaku, temuan bakteri e coli terdeteksi saat uji sampel cilok yang dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Hasilnya, terdapat kandungan bakteri Escherichia coli alias e coli.

“Negatif racun, tapi yang positif adalah adanya bakteri di sampel makanan yang kami kirim. Bakteri itu yang menyebabkan infeksi pencernaan ringan,” terang Kepala Dinkes Wonogiri Setyarini baru baru ini.

Kepala Dinkes Wonogiri Setyarini membeberkan, bakteri e coli biasa ditemui dari air yang tidak higienis. Sejatinya, air yang terkontaminasi e coli bisa dinetralkan. Dengan catatan air tersebut dimasak dengan benar dan matang.

Pasca kejadian, dinkes mengimbau agar kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak, terutama para pelajar diperhatikan. Mengingat pemerintah tidak bisa serta-merta melarang pedagang berjualan di luar lingkungan sekolah.

“Kami sebenarnya sering melakukan sampling secara berkala. Sasarannya jajanan yang dijual para pedagang di sekitar sekolah. Sampling dilakukan petugas puskesmas,” jelas Kepala Dinkes Wonogiri Setyarini.

Sasaran sampling, mayoritas saus yang dipakai pedagang untuk menambah rasa jajanan. Mengingat ada produk saus yang mengandung zat pewarna. Selain itu, dinkes juga mengimbau anak-anak diberi bekal makanan sehat dari rumah.

Diwartakan sebelumnya sedikitnya ada 20 siswa SDN 3 Balepanjang Baturetno Wonogiri diduga mengalami keracunan. Disinyalir mereka mengalami gejala keracunan usia menyantap jajanan sejenis aci telur alias cilor.

Informasi yang dihimpun, para siswa SDN 3 Balepanjang Baturetno Wonogiri dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Baturetno. Beruntung sebagian sudah diperbolehkan pulang.

Menurut Kepala SDN 3 Balepanjang Baturetno Wonogiri Agus Setyono, ada 20 siswanya yang diduga keracunan.

Kepala SDN 3 Balepanjang Baturetno Wonogiri Agus Setyono membeberkan, belasan siswa itu keracunan jajanan yang dibeli sebelum masuk sekolah sekitar pukul 06.30 WIB . Jajanan yang dibeli siswa itu adalah cilor.

Selanjutnya sekitar pukul 07.15 WIB, ada siswa yang mengalami sakit mirip gejala keracunan. Yakni ada yang mengalami mual dan muntah dan pusing.

“Saat itu kita bawa ke UKS dan diberi air kelapa. Kemudian jumlah siswanya makin bertambah,” terang Kepala SDN 3 Balepanjang Baturetno Wonogiri Agus Setyono.

Para siswa yang mengalami gejala keracunan itu kemudian dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Baturetno. Anak-anak itu pun langsung ditangani.

Agus menuturkan, pihaknya juga sudah melaporkan hal tersebut ke pihak terkait. Penjual cilor juga telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

“Itu (penjual cilor) jarang jualan di situ,” kata Kepala SDN 3 Balepanjang Baturetno Wonogiri Agus Setyono.

Berdasarkan informasi yang didapatnya dari para siswa, cilor itu dijual seharga Rp 1.000. Jika membeli dua, maka mendapatkan bonus satu.

Anehnya gratisannya ini menurut anak anak rasanya kecut agak pahit. Hanya saja tetap dimakan oleh anak anak. Aris Arianto

Exit mobile version