SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bank Indonesia (BI) Solo memprediksi angka inflasi di Kota Solo bulan depan bakal naik. Kondisi itu dipicu adanya momentum bulan puasa dan lebaran yang menjadi pemicu kenaikan inflasi.
Kepala BI Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, untuk mengantisipasi hal itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo mulai melakukan gerakan pengendalian inflasi.
“Nanti pasti ada operasi pasar dan pasar murah di kelurahan dan kecamatan di Solo. Itu sudah terjadwal, di kabupaten lain juga melakukan yang sama. Harapannya bulan puasa dan lebaran tahun ini, lebih baik pengendalian inflasinya dari tahun lalu,” paparnya, Selasa (21/2/2023).
Sementara itu, berdasarkan data inflasi Kota Solo Maret 2023, angka inflasi Solo sebesar 0,93 persen. Angka tersebut naik pada April 2022 sebesar 1,47 persen.
“Dengan gerakan pengendalian inflasi yang sudah digencarkan, kami berharap inflasi tahun ini berhasil turun drastis. Ada pasar murah, operasi pasar, gerakan tanam, subsidi ongkos angkut, dan kerjasama antar daerah,” imbuhnya.
Di sisi lain, Joko menjelaskan angka inflasi tertinggi di Kota Solo tahun lalu terjadi pada September 2022 sebesar 7,58 persen. Banyak faktor yang mempengaruhinya diantaranya kenaikan harga BBM, gas, dan energi.
“Solusinya, ada gerakan nasional pengendalian inflasi pangan. Gerakan itu dilakukan secara masif di tingkat nasional. Dari gerakan pengendalian inflasi itu, kalau lihat grafiknya pasti akan turun dari posisi tertinggi dari September 2022 sampai Januari 2023. Sehingga, yang tadinya 7,58 persen, Januari 2023 ini menjadi 6,93 persen,” pungkasnya. Prihatsari
