JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pemuda Sleman Ini Tewas Usai Duel dengan Teman Nongkrongnya

“Korban tiba di tempat saksi. Mereka berjalan ke sebuah lahan kosong tidak jauh dari rumah saksi. Lalu melaksanakan perkelahian,” terangnya.

Duel memakai senjata tajam itu disaksikan oleh dua orang saksi sebagai penengah.

Ada kesepakatan sebelum mulai duel, jika ada yang terjatuh maka tidak boleh dibacok.

Selanjutnya, ketika ada yang bilang berhenti maka perkelahian harus dihentikan.

Perkelahian diawali dengan korban menyulut lalu melemparkan molotov ke arah tersangka. Namun tersangka berhasil menghindar.

Setelah itu, keduanya serang saling sabet menggunakan senjata tajam. Tersangka memegang sebilah celurit sementara korban menggunakan pedang dan celurit.

Di tengah duel, tersangka meminta perkelahian dihentikan.

Baca Juga :  Bus Wisata Terguling di Jalan Baron Gunungkidul Akibat Tak Kuat Menanjak

Sebab, tersangka melihat celurit miliknya berlumur darah yang artinya mengenai tubuh korban.

“Setelah itu, (perkelahian) sudah selesai. Mereka berpelukan, lalu mereka berdua sama-sama datang ke rumah sakit untuk memeriksakan luka yang dialami (korban). Tapi ternyata sampai di rumah sakit, korban meninggal dunia,” kata Safiudin.

Korban meninggal dunia keesokan harinya, sekira pukul 13.30 WIB dengan luka bacok di dada dan pinggang.

 

Tak berselang lama, tersangka langsung ditahan. Petugas Kepolisian, dalam perkara ini menyita dua buah celurit dan sebilah pedang.

Turut diamankan sisa molotov dan pakaian yang dikenakan korban maupun tersangka saat kejadian.

Atas perbuatan itu, tersangka diduga telah melanggar Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan subsider Pasal 355 KUHPidana tentang penganiayaan direncanakan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman hukuman tiap pasal 15 tahun penjara.

Baca Juga :  Kronologi Kerusuhan Antarkelompok di Tamansiswa Yogyakarta, Ternyata ini pemicunya

Dihadapan petugas, tersangka KP mengaku baru pertama kali duel dengan korban, KATM.

Ia mengaku jengkel karena korban yang merupakan teman sepermainan namun justru sering mengganggu bahkan memalaknya.

“(Dipalak) dua sampai tiga kali. Jumlahnya Rp 20.000,” kata KP.

Menurut dia, pihaknya mengajak korban bertemu untuk mengklarifikasi namun inisatif sabet-sabetan menggunakan senjata tajam berasal dari korban.  

www.tribunnews.com

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com