
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Inflasi di Kota Solo masuk peringkat 6 di Indonesia. Sementara itu di skup Jawa Tengah, tingkat inflasi di Kota Solo masuk ke peringkat 2.
Menurut Arif Handoko, Kabag Pereknomian Setda Solo, masih tingginya inflasi di Kota Solo tersebut ada kaitannya dengan transportasi udara.
Menurut dia, dari hasil rakor dengan kementerian perhubungan dari Dirjen Udara Selasa (4/4/2023) kemarin, banyak permintaan pesawat namun jumlah armada pesawatnya masih sedikit.
“Pesawat itu dari operasional hanya 60%, banyak permintaan tapi pesawatnya sedikit. Apalagi sekarang mau lebaran tentunya banyak masyarakat yang menggunakan transportasi udara,” ungkapnya Rabu (5/4/2023).
Selain transportasi udara, harga beras dan cabai rawit juga mempengaruhi tingginya inflasi di Kota Solo.
“Beras saat ini sudah masuk musim panen sudah menurun. Kemarin kan minyak sempat tinggi kemudian cabe rawit juga tinggi,” katanya.
Beras medium semula dari harga Rp 14.000 kini sudah menurun di pasaran harga Rp 11.200 sampai Rp 12.000.
Sedangkan untuk harga cabai rawit sendiri dari harga Rp 60.000/kg sekarang sudah turun menjadi Rp 35.000/ kg.
“Inflasi Maret kemarin 0,48 % sekarang menjadi ke 0,24 %. Operasi pasar terus kita lakukan sejak Januari berjalan terus. Tiap Selasa dan Kamis dari dinas ketahanan pangan dan juga bulog,” jelasnya.
Sementara itu dalam operasi pasar murah yang diselenggarakan di pendopo Kecamatan Pasar Kliwon. Beberapa bahan pokok dijual lebih murah dari harga pasar.
“Iya, lebih murah dari pasar. Ada beras, minyak, gula yang lain daging frozen juga ada. Beras di sini ada yang ada yang 50 ribu kan ada juga yang kelas-kelasan. di sini di bawah 50.000 juga ada. Yang jelas harganya di bawah harga pasar,” tandasnya. Ando
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














