JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Berbahaya, Haedar Nashir Minta Semua Pihak Stop Mempolitisasi Arti dan Makna Politik Identitas

Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir saat diwawancarai wartawan  di sela-sela peresmian Perumahan Griya Ahmad Dahlan, Sragen, Minggu (30/10/2022) / Foto: Ando
   

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Jelang tahun politik 2024 Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir MSi meminta semua pihak menghentikan upaya mempolitisasi arti dan makna politik identitas karena bisa menjebak bangsa menuju kearah konflik identitas.

Pasalnya,  setiap pilihan politik, orientasi politik serta orientasi berbangsa itu selalu ada identitasnya baik agama, golongan, suku dan ras.

“Politik identitas itu selalu ada di mana-mana baik di Amerika maupun di Eropa namun yang jadi masalah jangan sampai politik identitas itu dikerucutkan diarahkan kepada satu identitas tertentu apalagi satu identitas calon tertentu karena itu bisa jadi politisasi,” ungkap Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir MSi disela acara Ground Breaking pembangunan Kampus Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), Rabu (24/5/2023).

Baca Juga :  Alumni SMPN 1 Wonogiri  1983 Gelar Reuni Dolan Bareng ke Tawangmangu

Untuk itu lanjut Haedar Nashir mengingat yang namanya identitas itu sudah ada di belahan bumi manapun dan manusia tidak akan bisa lepas dari itu (identitas) maka selanjutnya  jangan terus dipolitisir menjadi milik satu golongan tertentu apalagi calon tertentu.

Apalagi lanjut Haedar Nashir, mempolitisasi arti dan makna politik identitas demi tujuan agar saling bermusuhan serta merusak kehidupan bermasyarakat, hal itu harus dihentikan.

Maka menurut Haedar Nashir menyikapi politik identitas apalagi jelang tahun politik 2024 maka perlu ditekankan  objektifitas berpikir.

Baca Juga :  Tak Terbendung! Dukungan Masyarakat Lewat Radar Jateng 1 Untuk Mas Dar Nyagub Jateng 2024 Makin Meluas

“Jangan sampai satu pihak tertentu dituding mengembangkan politik identitas tetapi pada saat yang sama yang satu juga mengembangkan politik identitas maka hentikan melakukan upaya politisasi tentang politik identitas,” tandas Haedar Nashir.

Lebih lanjut Haedar Nashir menjelaskan mempolitisasi arti dan makna politik identitas sama dengan berjalan mundur. Dan sebagai solusi jelang tahun politik 2024 harus dikembangkan isu-isu visioner seperti politik prestasi.

“Sebaiknya para calon itu kita uji diruang publik seperti apa visionernya serta komitmen dan concern apa yang akan disampaikan,” pungkas Haedar Nashir. Beni Indra

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com