Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Menteri Bahlil: Presiden Jokowi Bisa Jadi Penentu Kemenangan Pilpres, Jadi Berbaik-baiklah

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia / tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lontaran cukup menarik dan menggelitik seputar Capres Cawapres 2024 datang dari Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia.

Ia  mengingatkan, para bakal calon presiden (Bacapres) agar tidak jauh-jauh dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika ingin mendulang kemenangan.

Mengapa Jokowi? Pasalnya, menurut Bahlil, berdasarkan temuan terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI), Presiden Jokowi memiliki posisi yang bagus lantaran tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya capai 82 persen.

Menteri Bahlil menyampaikan hal itu dalam rilis survei LSI bertajuk ‘Peta Elektoral Pilpres dan Antisipasi Putaran Kedua’, Rabu (3/5/2023).

“Jadi hati-hati ini capres, kalau mau jauh-jauh dengan Pak Jokowi ya sudah hasilnya tahu sendiri. Jadi ini saya mau jujur ini bagi capres-capres yang mau menang maka baik-baiklah kalian dengan Bapak Presiden Jokowi,” katanya.

“Tapi kalau capres yang mau bikin antitesa dengan Pak Jokowi, ya silakan hasilnya juga akan ketahuan,” imbuhnya.

Menurut Bahlil, saat ini semua Bacapres potensial masih memiliki peluang menang yang sama.

 

Pasalnya dari hasil berbagai lembaga survei, elektabilitas para Bacaprs masih belum dominan.

Karena itu, Presiden Jokowi dinilai bisa jadi penentu sosok pemenang dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

“Pak Jokowi menurut saya adalah mempunyai positioning yang snagat strategis karena tingkat kepuasan publiknya 82 persen melebihi dari elektabilitas partai semua,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, temuan terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat, kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai angka tertinggi di angka 82 persen.

Sementara itu, ada 17,5 persen masyarakat yang tidak puas terhadap kinerja Presiden Jokowi.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Djayadi Hanan dalam rilis survei bertajuk ‘Peta Elektoral Pilpres dan Antisipasi Putaran Kedua’, Rabu (3/5/2023).

“Kinerja presiden pada April 2023 ini dinilai positif oleh 82 persen,” ungkap Djayadi.

“Jadi tampaknya ini dalam data LSI adalah capaian tertinggi kinerja presiden, penilaian positif tertinggi dari minerja presiden dari masyarakat,” imbuhnya.

Dilihat dari trennya, Djayadi menjelaskan ada kenaikan signifikan terhadap kinerja presiden.

Di mana, pada survei LSI yang dilakukan Februari 2023, angka kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi di angka 75,9 persen.

Sehingga, dikatakan Djayadi, jika dibandingkan dengan penilaian pemimpin dunia, Presiden Jokowi mengalahkan Perdana Menteri India Narendra Modi.

“Jadi tren penilaian positif terhadap kinerja presiden ini memang menguat sejak 6 atau 7 bulan terakhir, dari Aeptember ke April,” ucap Djayadi.

“Beberapa hari lalu saya melihat Morning Consult Imtelligence Unit itu dalam surveinya terhadap approval rating pimpinan-pimpinan dunia yang tertinggi itu Narendra yang ditemukan oleh Morning Consult di angka 78 persen,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Djayadi mengungkapkan bahwa ada korelasi antara kondisi-kondisi umum yang dinilai positif termasuk kondisi ekonomi, dengan tingginya tingkat kepuasan kepada presiden.

Adapun survei itu dilakukan LSI pada 12 sampai 17 April 2023. Populasi dari survei ini dipilih secara random (multistage random sampling) 1220 responden.

Margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (dengan asumsi simple random sampling).

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Exit mobile version