
BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Evakuasi pohon munggur di Umbul Langse, Desa Nepen Kecamatan Teras yang roboh ternyata belum selesai. Pengerjaan masih terus dikebut dan ditargetkan selesai paling lambat pada Jumat (5/5/2023).
Dari pantauan, Kamis (4/5/2023), terlihat sejumlah pekerja memotong batang pohon tersebut menjadi beberapa bagian. Sebagian pekerja memindahkan potongan batang pohon dari dalam umbul dan diangkat ke dalam bak truk pengangkut.
Menurut Utama Adhi Nugraha, Kadus 1 Desa Nepen, batang pohon munggur yang roboh tersebut dibeli pengusaha asal Klaten dengan harga Rp 45 juta. Uang tersebut langsung masuk kas desa karena Umbul Langse adalah aset Desa Nepen.
“Jadi seluruh proses pemotongan pohon dilakukan langsung oleh pihak pembeli. Termasuk pembersihan Umbul Langse agar umbul bisa segera dimanfaatkan kembali oleh warga,” katanya.
Terkait penggantian pohon yang roboh, dia memastikan bakal dilakukan penananam pohon pengganti. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali sudah mengusulkan pohon gayam.
“Kami akan tanam pohon pengganti sesuai usulan, juga perbaikan kolam yang rusak. Kami juga akan memberikan bantuan kepada pemilik warung yang rusak terkena ranting pohon.”
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali dikagetkan kejadian robohnya pohon tua di Umbul Langse, desa setempat pada Rabu (3/5/2023) pukul 03.00. Pohon munggur tersebut diyakini sudah berusia ratusan tahun.
Tak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Biasanya, umbul sudah ramai pengunjung yang mandi pada pukul 05.00. Hanya kerugian material yang ada karena pohon menimpa warung dan merusak jaringan pipa air bersih.
Warga sekitar tidak menyangka pohon tersebut roboh. Saat kejadian, mayoritas warga masih tidur. Mereka kaget tiba- tiba terdengar suara berderak. Bahkan, sekitar 30 menit kemudian atau pukul 03.00, terdengar suara berdebam keras seperti ada mobil bertabrakan.
Pagi harinya, relawan bersama warga dibantu petugas BPBD Boyolali langsung turun untuk memotong dan membersihkan ranting pohon. Pemotongan pohon pun mendapatkan perhatian warga. Waskita