Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Dua Jam Prabowo Temui Ketum PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Ini yang Dibahas

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto meyambangi Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, Jumat (15/7/2023) / tribunnews

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto bertemu secara khusus dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah di kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, selama dua jam, pada Jumat (14/7/2023).

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut, keduanya memperbincangka berbagai hal, termasuk kerja sama bidang pertahanan.

Menurut penilaian Prabowo,  Muhammadiyah sebagai organisasi besar memiliki pengaruh pada kemajuan bangsa.

Bahkan dalam bidang pertahanan, lembaga pendidikan tersebut kini tengah mengembangkan peluru kendali (rudal) di bawah naungan pusat riset milik UAD.

“Karena Muhammadiyah adalah suatu organisasi yang sangat besar, pengaruhnya dan jasanya. Saya kira Kami dari komunitas pertahanan merasa sangat kepentingan untuk menjalin suatu kerja sama yang erat,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian-kajian bersama, untuk  mencari implementasi apa yang sudah dibangun oleh pemerintah Jokowi sekarang ini.

Lebih lanjut, Prabowo juga mengatakan selanjutnya bakal melakukan diskusi-diskusi teknis seputar kerja sama yang sedang dan akan dibangun dengan UAD.

“Kita sudah janjian untuk melanjutkan di saat-saat yg akan datang untuk diskusi-diskusi yang lebih teknis,” jelasnya.

 

“Kita mau lakukan kajian-kajian bersama mencari bagaimana kita bisa implementasi apa yg sudah dibangun oleh pemerintah Pak Jokowi sekarang ini,” tutur Prabowo.

Selain melakukan pertemuan dengan Haedar Nashir, Prabowo juga meninjau laboratorium rudal di UAD. Ia pun mengapresiasi hasil buah pikiran civitas kampus tersebut.

“Universitas Ahmad Dahlan ini terdapat fakultas teknik dengan beberapa prodi fisika juga MIPA, ini sangat penting bagi industri pertahanan,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan Kementerian Pertahanan mengajak pemuda Muhammadiyah khususnya perguruan tinggi untuk berkontribusi mendalami bidang pertahanan.

Hal itu didasari adanya program studi yang ada di UAD yang beririsan dengan kementeriannya.

Tak hanya itu saja, Prabowo juga membuka pintu bagi cendikiawan, ahli-ahli teknologi Muhammadiyah untuk bisa menjadi konsultan atau tenaga ahli di Kementerian Pertahanan.

“Universitas Ahmad Dahlan ini terdapat fakultas teknik dengan beberapa prodi, fisika juga MIPA yang juga ada fisika, kimia, matematik, ini sangat penting bagi industri pertahanan dan dijelaskan tadi ada pengembangan peluru kendali bersama Dahana, bersama juga dengan Kami di Kementerian Pertahanan,” kata Prabowo Subianto.

“Tadi juga Kita minta bantuan dukungan kalau ada cendikiawan-cendikiawan, para ahli-ahli teknologi, dari kalangan universitas-universitas, perguruan-perguruan tinggi Muhammadiyah, bisa menjadi konsultan, bisa menjadi tenaga ahli, mungkin tidak temporer, tidak struktural,” lanjutnya.

 

 

Prabowo lalu menegaskan Muhammadiyah adalah organisasi yang besar dan sangat berkontribusi pada bidang pendidikan.

Selain itu Muhammadiyah juga sangat berkontribusi pada pembangunan rumah sakit di Indonesia.

“Saya menyampaikan bahwa karena Muhammadiyah adalah suatu organisasi yang sangat besar pengaruhnya dan jasanya di bidang pendidikan dan kesehatan. Ribuan sekolah, ratusan universitas, perguruan tinggi, sekolah tinggi. Ratusan rumah sakit, ini Saya kira Kami dari komunitas pertahanan merasa sangat kepentingan untuk menjalin suatu kerja sama yang erat,” ucap Prabowo.

Exit mobile version