JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – PDI Perjuangan (PDIP) tidak terpengaruh oleh bertebarannya baliho Prabowo-Jokowi di sudut-sudut kota Solo dan Jakarta belakangan ini.
Sikap PDIP tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjend) PDIP, Hasto Kristiyanto.
Menurut Hasto, baliho-baliho Prabowo dan Jokowi tersebut sifatnya hanya aritifisial belakang, alih-alih substansial.
Dia menjelaskan, PDIP pada 21 April 2023 lalu sudah mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024.
Hasto menyebut penunjukan Ganjar itu tak lepas dari nampaknya kesesuaian dan kesatuan antara kepemimpinan Ganjar dengan Jokowi.
“Jadi kita lihat saja dengan prestasi-prestasi tentang kesesuaian antara Pak Ganjar dengan Pak Jokowi. Jadi spanduk, baliho, itu kan demokrasi yang sifatnya artifisial, bukan substansial,” kata Hasto di Rumah Relawan Ganjar, Jakarta, Sabtu (8/7/2023).
Ia bercerita, hubungan Ganjar dengan Jokowi bersifat substansial. Sebab, Ganjar dan Jokowi punya kesamaan ideologi, historis, kesinambungan kepemimpinan, serta komitmen mempercepat pembangunan tersebut.
Toh, menurut Hasto, baliho-baliho itu terhitung sangat sedikit jika dilihat di daerah Sumatra maupun Jawa Barat. Menurut dia, foto yang termuat di baliho hanya untuk memancing elektoral.
“Kami sangat jelas bahwa kepemimpinan Pak Ganjar merupakan kesinambungan. Bahkan program-program dan legacy Pak Jokowi pun telah diputuskan dalam rakernas untuk dilanjutkan,” kata dia.
Sebelumnya, baliho yang menunjukkan potret Prabowo dengan Jokowi ini beredar di kawasan Solo, Jawa Tengah. Selain di sana, ada juga baliho besar bergambar Prabowo dan Jokowi di Jakarta. Tepatnya di perempatan Jalan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Adapun bentuk gambar di dalam baliho menampilkan momen keakraban Prabowo dengan Jokowi. Keduanya terlihat menggunakan pakaian berwarna putih.
Dalam baliho itu, Prabowo dan Jokowi juga tampak melempar senyum sumriNGah. Konten yang tersemat dalam baliho bertuliskan
“Untuk Indonesia Terus Maju”.