
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang mahasiswa UNS jurusan Biologi, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Muhammad Khairil Ibadu Rahman mendatangi Balaikota Solo, Selasa (15/8/2023).
Mahasiswa tersebut bermaksud mengajukan permohonan diskusi dengan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka terkait adanya dugaan korupsi di kampusnya.
Ibad, sapaan akrabnya, menyebut bahwa hal itu merupakan tindak lanjut dari apa yang diresahkan oleh mahasiswa UNS dan juga isu dugaan kuat korupsi Rektor di UNS.
“Kami ingin UNS terlepas dari semua isu KKN dan kami pengen UNS lebih baik ke depan. Tentunya dugaan kuat ini banyak sekali permasalahan-permasalahan yang akhirnya kami sebagai mahasiswa mengindikasikan kuat adanya korupsi di UNS,” katanya.
Beberapa indikasi dugaan korupsi di UNS tersebut, dijelaskan Ibad, di antaranya terkait dengan almamater yang mahasiswa membeli kembali, cashback UKT yang tidak kunjung dibayarkan oleh pihak kampus bahkan sampai dua hingga tiga tahun lamanya.
Selain itu, menurut Ibad, juga dana prestasi reward yang terhambat, dana kemahasiswaan yang dipotong sedemikian rupa, hingga tidak adanya transparansi di dalam berbagai macam hal kemahasiswaan.
Sementara itu, secara terpisah Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyebut bahwa segala hal yang berkaitan dengan dugaan korupsi di UNS, seharusnya diurus menjadi ranah Menteri Pendidikan.
“Gak ada urusannya dengan Balaikota. Itu urusan UNS dan kementerian. Gak ada urusannya dengan walikota. Gak ada hubungannya dengan saya. Urusan korupsi urusannya UNS dengan kementerian pendidikan,” katanya, saat ditemui di Balaikota Solo.
Gibran kemudian meminta agar yang bersangkutan mengurus persoalan tersebut sendiri dengan Kementerian Pendidikan. Meski demikian, pihaknya akan tetap memonitor.
“Kalau urusan korupsi, kita akan memonitor. Kalau melaporkannya ke saya salah,” sambungnya.
Disinggung soal komunikasi dengan pihak Rektorat UNS, Gibran mengaku sudah berkomunikasi, namun enggan terlalu ikut campur terlalu dalam.
“Sudah (komunikasi dengan Rektor). Kita pantau semua, itu nanti akan didorong dari kementerian. Kalau ke saya itu salah alamat. Saya tidak mau terlalu ikut campur terlalu dalam. Tapi saya akan monitor terus, karena ini ada di Solo tapi ini bukan wewenang saya,” tandasnya. Ando
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













