Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Ajak Masyarakat Gemar Makan Sayur dan Buah, DKP Boyolali Gelar Lomba Merangkai Sayur dan Buah-buahan

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Boyolali menggelar lomba merangkai sayur dan buah-buahan, Rabu (11/10/2023). Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Boyolali memiliki cara berbeda untuk mengajak masyarakat gemar makan sayur dan buah. Salah satunya dengan menggelar lomba merangkai sayur dan buah-buahan.

Kegiatan yang digelar di halaman DKP setempat, Rabu (11/10/2023) diikuti 51 kelompok, Masing- masing kelompok terdiri dua orang. Para peserta ini berasal dari kelompok dharma wanita tingkat kecamatan serta dinas lingkup Pemkab Boyolali.

Namun, peserta tak perlu repot- repot menyiapkan sayuran. Semua sayuran sudah disiapkan oleh panitia. Antara lain, sawi putih, jagung manis, daun bawang, kubis. Juga ada wortel, cabai, dan tomat, buah naga dan aneka sayurn lainnya,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Boyolali, Bambang Jiyanto disela kegiatan.

“Dengan demikian, maka lomba berlangsung fair,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Boyolali, Bambang Jiyanto disela kegiatan.

Pasalnya, semua sayuran yang disediakan sama, termasuk jumlahnya. Peserta diberi waktu 1 jam untuk merampungkan hiasan sayuran tersebut.

“Penilaian berdasarkan keindahan dan kebersihan serta kekompakan peserta,” katanya.

Dijelaskan, lomba tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Pangan yang digelar Pemkab Boyolali. Tujuannya agar masyarakat gemar makan sayur dan buah produksi lokal. Pasalnya, sayur dan buah produksi lokal lebih murah dan sehat.

“Di pasar maupun warung sekitar rumah banyak tersedia,” lanjutnya.

Diungkapkan, terkadang masyarakat memilih sayur dan buah impor karena kemasan dan warnanya yang menarik. Padahal, warna yang menarik belum tentu sehat. Jika ternyata tak sehat, maka bisa berdampak terhadap kesehatan jika dikonsumsi.

Salah satu peserta, Tri Budi asal Kecamatan Mojosongo, konsepnya gemah ripah, Boyolali kaya tumbuhan, sayuran dan buah- buahan. Kesulitannya, karena peserta belum tahu jenis dan jumlah sayurannya.

“Belum lagi bahan yang ada tak bisa dipotong,” terangnya

Peserta lain, Anin memilih tema sayur tumpah. “Boyolali kan memiliki ikon susu tumpah, nah kami pun pilih tema sayur tumpah. Pasalnya, produksi sayur kita kan melimpah ruah. Sayur juga mudah ditanam di pekarangan sekeliling rumah,” tandasnya. Waskita

Exit mobile version