
KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebabanyak 11 dari total 17 PAC PKB Kabupaten Karanganyar, Jateng memberikan petisi mosi tidak percaya kepada Ketua DPC PKB setempat, Sulaiman Rosyid karena kecewa dengan kebijakan dan kepemimpinannya.
Salah satu kekecewaan itu adalah Sulaiman Rosyid tidak transparan menentukan nomor urut Caleg sehingga Tony Hatmoko yang juga tokoh senior PKB Karanganyar dapat nomor urut 2 dibawah Caleg pendatang baru.
Untuk itu Kamis (5/10/2023) pengurus 11 PAC PKB Karanganyar hendak menggerudug ruang Fraksi PKB DPRD Karanganyar guna menyampaikan petisi dan mosi tidak percaya kepada Sulaiman Rosyid. Selain itu, sebanyak 11 PAC akan melepas jas kepengurusan sebagai simbol kekecewaan terhadap Sulaiman Rosyid.
“Ini kami sudah berkumpul dan tinggal berangkat ke ruang Fraksi PKB DPRD Karanganyar untuk menyampaikan mosi tidak percaya tersebut,” ungkap Ketua PAC PKB Colomadu kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (5/10/2023).
Menurut Giyarto, sebanyak 11 PAC PKB sudah bertekad bulat meminta kejelasan Sulaiman Rosyid terhadap akumulasi kekecewaan PAC selama ini.
Dijelaskan Giyarto, terdapat sejumlah Caleg yang secara mendadak bergeser pada tahap Daftar Caleg Tetap (DCT). Padahal saat tahap Daftar Caleg Sementara (DCS) nomor urut Caleg tersebut nomor satu tetapi mendadak bergeser menjadi nomor urut dua.
Hal itu, lanjut Giyarto menunjukkan Ketua DPC PKB Karanganyar Sulaiman Rosyid berindak sepihak dalam mengambil keputusan.
“Kasus nomor urut Mas Tony Hatmoko hanya satu contoh saja masih ada Caleg PKB lainnya yang tiba-tiba bergeser di bawah,” tandas Giyarto.
Bahkan Giyarto menyebut masih ada persoalan internal organisasi yakni DPC PKB memberikan bantuan uang sebesar Rp 5 juta per bulan kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) sedangkan PAC PKB yang merupakan ujung tombak partai justru tidak diberikan bantuan uang tersebut. Juga masalah transparansi keuangan organisasi, PAC meminta kejelasan.
Sementara itu Ketua DPC PKB Karanganyar Sulaiman Rosyid mengatakan sebaiknya persoalan internal partai tidak perlu diungkap ke ranah publik karena semua bisa dibuktikan dan dibicarakan.
“Saya mendengar pergerakan 11 PAC tersebut namun saya sarankan saya undang rapat di DPC PKB untuk diselesaikan, namun rupanya mereka ngotot,” ungkap Sulaiman Rosyid kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .
Sulaiman Rosyid menjelaskan tidak semua persoalan yang dituduhkan itu benar karena soal persepsi.
Sedangkan dirinya sudah menempuh secara prosedur partai sebelum memutuskan sesuatu termasuk soal nomor urut Caleg.
“Ya memang mohon maaf kesannya mereka sengaja membesarkan masalah bukannya mau mencari solusi,” pungkasnya. Beni Indra
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













