Beranda Daerah Karanganyar Gagah Perkasa! Bank Daerah Karanganyar Realisasikan Kredit Mustika hingga Rp 2 Juta...

Gagah Perkasa! Bank Daerah Karanganyar Realisasikan Kredit Mustika hingga Rp 2 Juta Per Orang, Tanpa Agunan dan Nol Bunga

Pelaku UMKM seperti inilah yang menjadi sasaran Kredit Mustika, produk baru PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda), yakni pinjaman tanpa agunan dan tanpa bunga | Foto ilustrasi: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda) tampil berani di depan merealisasikan produk baru yakni kredit bertajuk Mustika (Memajukan Usaha Wanita) sebesar Rp 1 juta – Rp 2 juta tanpa agunan, tanpa bunga.

Bahkan pada soft launching awal Oktober 2023 sudah terealisasi sebanyak 34 orang  nasabah.

Bukan hanya itu saja, syarat kredit Mustika sangat mudah dan tidak berbatas, yakni siapa saja yang berkategori wanita dan sudah memiliki usaha apapun, boleh mengajukan pinjaman.

Bahkan bagi wanita yang tidak memiliki pekerjaan pun dibolehkan, asalkan pada saat pengajuan kredit harus riil dan jelas akan dipakai untuk usaha ekonomi.

Dirut PT BPR Bank Daerah Karanganyar, Haryono SE MM mengatakan, produk Mustika sudah dilakukan pra launching awal Oktober 2023 dan sudah resmi sebanyak 34 orang nasabah mendapatkan kucuran kredit sebesar Rp 2 juta per orang.

“Jumlah total kredit terealisasi pada saat pra launching Mustika sebesar Rp 64 juta,” ungkap Haryono SE MM kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (8/10/2024).

Dirut PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda), Haryono, SE, MM / Foto: Beni Indra

Haryono menjelaskan, meskipun merupakan produk baru, namun  kredit Mustika sangat diminati masyarakat. Terbukti sudah ada 120 calon nasabah yang mengajukan kredit tersebut.

Meskipun tanpa bunga dan tanpa jaminan, sebelum pengucuran kredit, menurut Haryono, tetap dilakukan survei secara ketat, terutama  menyangkut keberadaan usaha calon nasabah.

“Kalau calon nasabah yang posisi tidak bekerja atau menganggur akan dicek proposal konsep usaha yang diajukan, apakah riil atau tidak,” tandas Haryono.

Ketatnya survei ini menurut Haryono sangat vital, agar bank tidak kebobolan, mengingat kredit tersebut tanpa bunga dan tanpa jaminan.

Dari mana sumber dana untuk produk yang tergolong “sangat berani” tersebut?  Menurut Haryono, sumber pembiayaan kredit Mustika adalah pos anggaran corporate social responsibility (CSR) Bank Daerah Karanganyar.

Berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) dijelaskan, peruntukan CSR yakni sebagian untuk hibah kegiatan sosial, sarana ibadah,  bantuan bencana, olahraga dan lain-lain.

Selain itu, anggaran CSR boleh dipakai untuk pinjaman kemitraan tanpa bunga tanpa agunan kepada pelaku usaha UMKM.

Untuk itulah Haryono menginovasi anggaran CSR menjadi produk yang bersifat produktif, yakni  melalui kredit tanpa bunga dan tanpa jaminan, sehingga memiliki manfaat bagi masyarakat banyak.

Gedung PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda) | Foto: Istimewa

“Dengan kredit Mustika masyarakat jelas sangat terbantu, dan di satu sisi ini cerminan potret kepedulian Bank Daerah Karanganyar kepada masyarakat dari aspek sosial ekonomi,” tandas Haryono.

Ia mencontohkan, sejumlah nasabah yang mengajukan kredit Mustika di antaranya para ibu  pemilik UMKM yang berjualan dengan stand gerobak di samping kantor Bank Daerah Karanganyar. Selain itu juga para penerima bantuan gerobak fried chicken dari Baznas.

“Insyaa Allah Bank Daerah Karanganyar semakin ke depan semakin memberikan kemanfaatan dan keberkahan bagi banyak orang, sekaligus berperan dalam mewujudkan Karanganyar yang Maju dan Mantab,” pungkas Haryono. Beni Indra

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.