
PURWAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus pencabulan santriwati oleh guru ngaji cabul kembali terjadi. Kali ini, insiden tersebut terjadi di Desa Salem, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Kasus pencabultan tersebut terjadi pada 10 orang santriwati, dengan pelaku utamanya adalah guru ngaji berinisial ON (40). Kini, pelaku melarikan diri ke hutan dan menjadi buron Polisi dan warga setempat.
Tak pelak, saking emosinya, warga yang mengetahui aksi bejat ON tersebut merusak rumahnya yang berada di komplek Pondok Pesantren Miftahul Huda di Desa Salem yang jadi tempat ON mengajar.
Polres Purwakarta AKBP Edwar Zulkar pun melakukan penyelidikan mengenai kejadian tersebut. Dia mengatakan telah menerima laporan terkait dugaan pencabulan itu.
“Kasus dugaan pencabulan anak ini dilaporkan, pada Sabtu (9/12/2023) setelah salah satu korban bercerita kepada orangtuanya. Berdasarkan keterangan korban, pelaku yang merupakan guru ngaji di wilayah tersebut melakukan perbuatan itu dari tahun 2019 sampai dengan Maret 2023,” ujarnya, dikutip dari TribunJabar.id.
Ia mengatakan, pihaknya kini telah memburu ON karena melarikan diri saat didatangi warga.
“Sedang dalam penyelidikan, mencari keberadaan pelaku. Pelaku ini guru ngaji bukan pimpinan Pondok Pesantren. Jadi peristiwa ini terjadi bukan di sebuah Pondok Pesantren, melainkan di rumah pelaku yang dijadikan tempat belajar mengaji di Desa itu. Pelaku sedang dalam pengejaran anggota kami,” kata Edwar.
Edwar mengatakan, sampai kemarin baru ada empat orang korban yang melapor. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada korban lainnya.
“Baru ada empat orang korban yang melapor ke Polres Purwakarta dan kemungkinan korbannya akan bertambah. Rata-rata korban merupakan anak di bawah umur,” katanya.
Pihaknya pun saat ini masih meminta keterangan para saksi.
“Saat ini anggota kami sedang meminta keterangan saksi dan para korban. Posko pengaduan pun telah dibuka,” ucap Edwar.
Diburu Warga hingga ke Hutan
Pelaku kini menjadi buruan polisi serta warga, karena diketahui telah kabur melarikan diri ke arah hutan setelah warga merusak rumahnya, Sabtu (9/12/2023) lalu.
Kepala Desa Salem, Nana Sobana mengatakan, warga terus berupaya mencari keberadaan ON setelah melarikan diri Sabtu lalu. Bahkan, warga menelusuri hutan pegunungan untuk mencari keberadaannya.
“Warga sungguh antusias dan kompak untuk mencari keberadaan dari guru ngaji cabul ini. Kami pun sudah menyebar sejumlah warga ke beberapa titik untuk mencari titik terang keberadaan dari pelaku ini,” ucap Nana.
Ia mengatakan, warga sudah mencari selama lima hari namun hasilnya masih nihil.
“Sudah lima hari kami cari, namun masih nihil, belum diketahui keberadaannya. Sedangkan kami terus akan berupacaya mencari pelaku agar segera bisa ditangkap pihak kepolisian,” ujarnya.
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















