Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Kesaksian Camat di Bekasi, Disuruh Panitia Pamer Jersey Nomor 2

Foto Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad dan beberapa ASN Kota Bekasi pamer jersey nomor dua di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jumat (29/12/2023) | tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah camat bersama PJ Walikota Bekasi, Raden Gani Muhammad akhirnya dipanggil untuk diperiksa Bawaslu setempat.

Pemeriksaan itu dilakukan dalam rangka memeriksa para camat untuk menyelidiki dugaan pelanggaran netralitas ASN dalam Pemilu 2024.

Sebagaimana diketahui, pada Jumat (29/12/2023), ketika ASN Kota Bekasi bermain sepak bola di Stadion Patriot Candrabhaga, mereka pamer jersey bernomor punggung 2, sehingga menjadi viral.

Dalam foto tersebut, tampak Pj Wali Kota Bekasi Gani berfoto bersama sejumlah ASN Pemkot Bekasi di pinggir lapangan. Beberapa ASN terlihat memegang jersey dan memperlihatkan nomor punggung 2 saat difoto. Ada lima ASN dalam foto itu yang memamerkan jersey nomor 2.

 

Camat Jatiasih Ucap Bloon

Camat Jatiasih Ashari memenuhi panggilan Bawaslu Kota Bekasi pada Selasa (9/1/2024). Selama diperiksa Bawaslu Kota Bekasi, Ashari mengaku disodorkan 31 pertanyaan. Namun, ia enggan mengungkap pertanyaan-pertanyaan tersebut.

“Ini bagian dari klarifikasi yang dilakukan oleh Bawaslu, jadi, prinsip dasar saya hadir di sini memenuhi panggilan dari Bawaslu sebagai salah satu camat yang diperiksa,” kata Ashari di kantor Bawaslu Kota Bekasi.

Ashari menjelaskan, pada intinya dirinya tidak memiliki niat apapun terkait foto memegang jersey bernomor punggung. Menurut dia, kegiatan di stadion itu murni berolahraga dan tidak ada motif politik.

“Yang kami lakukan dalam proses olahraga pada 29 Desember (2023) tersebut lebih kepada bagaimana membangun silaturahmi antaraparatur kecamatan se-Kota Bekasi,” ujar Ashari.

Menurut Ashari, bodoh sekali jika ASN sengaja memamerkan jersey bernomor punggung 2.

“Beloon sekali kalau aparatur sengaja melakukan itu,” ujar Ashari.

 

Bantah Ada Perintah

Camat Pondok Melati, Heni Setiowati, juga memenuhi panggilan Bawaslu Kota Bekasi. Menurut dia, tidak ada orang yang memerintahkan para aparatur sipil negara (ASN) Bekasi untuk foto dengan pose memamerkan jersey bernomor punggung 2.

“Tidak ada sama sekali (orang yang memerintahkan pamer jersey nomor 2). Yang jelas tugas saya menjelaskan rangkaian kegiatan dari awal sampai selesai, sudah saya informasikan,” kata Heni kepada wartawan di kantor Bawaslu Kota Bekasi, Rabu (10/1/2024).

Heni tak banyak berkomentar soal pemeriksaannya. Dia hanya menyampaikan, dirinya telah memberikan penjelasan detail mengenai kegiatan olahraga di Stadion Patriot Candrabhaga kepada Bawaslu Kota Bekasi.

“Tugas untuk mengklarifikasi di Bawaslu Kota Bekasi sudah saya gunakan. Ada 32 pertanyaan,” ucapnya.

 

Sebut Disuruh Panitia

Camat Jatisampurna Nata Wirya, yang turut ada dalam foto pamer jersey tersebut, juga memenuhi panggilan Bawaslu Kota Bekasi pada Jumat kemarin.

“Saya memenuhi panggilan Bawaslu, harus kooperatif dalam hal ini untuk klarifikasi dugaan pelanggaran pemilu,” kata Nata saat dikonfirmasi wartawan.

Nata menjelaskan, saat diperiksa pihak Bawaslu, dirinya dicecar 32 pertanyaan. Nata mengaku bisa menjawab seluruh pertanyaan tersebut.

Meski ada dalam foto tersebut, kata Nata, dirinya tidak ikut memamerkan nomor dua pada jersey itu. Nata bercerita bahwa dirinya dan sebelas camat lainnya diminta panitia kegiatan itu untuk berkumpul dan menerima jersey sepak bola tersebut.

“Iya kami disuruh panitia berkumpul, berbaris 12 camat untuk menerima kaos simbolis. Ya dari panitia (yang meminta memamerkan jersey nomor dua),” ujar Nata.

Adapun Bawaslu memiliki waktu 14 hari kerja atau hingga 23 Januari 2024 untuk menentukan apakah ada atau tidak pelanggaran netralitas ASN dalam kasus tersebut.  

Exit mobile version