Beranda Umum Nasional Tak Hanya Sivitas Akademika Perguruan Tinggi,  Purnawirawan TNI-Polri Pun Minta Jokowi Netral...

Tak Hanya Sivitas Akademika Perguruan Tinggi,  Purnawirawan TNI-Polri Pun Minta Jokowi Netral dalam Pilpres 2024

Presiden Jokowi ditemui usai meresmikan Jalan Tol Pamulang-Cinere-Raya Bogor di Gerbang Tol Limo Utama, Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin (8/1/2024) pagi | tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tidak hanya kalangan sivitas akademika perguruan tinggi saja yang menyuarakan netralitas Presiden Jokowi dalam Pemilu 2024 ini.

Ternyata kini ada sejumlah purnawirawan perwira tinggi (Pati) TNI-Polri menyuarakan keprihatinan serupa.

Mereka menggelar acara bertajuk “Mimbar Keprihatinan Bangsa dan Seruan Purnawirawan TNI-Polri di Jakarta” yang ditujukan kepada Presiden Jokowi. Mereka meminta agar Jokowi menjunjung etika dan netral dalam Pemilu 2024.

“Kami mengimbau presiden Republik Indonesia bersikap sebagai negarawan untuk menjunjung etika dan konstitusi. Dengan bertindak netral dalam Pemilu 2024 dan tak memihak kepada pasangan capres dan cawapres tertentu,” kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara 2015-2018, Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna saat membacakan maklumat di Sport Center Kelapa Gading, Jumat (9/2/2024).

Ia juga meminta TNI-Polri dan jajarannya untuk tetap bersikap netral dan profesional dalam pemilu 2024, dan tak memihak kepada pasangan capres dan cawapres tertentu. Adapun Agus sebelumnya mendeklarasikan diri mendukung Ganjar-Mahfud.

“Politik TNI adalah politik negara. Maka kami mengingatkan para penyelenggara pemilu yaitu KPU, Bawaslu, DPP sampai daerah untuk bersikap netral profesional dan proporsional dalam Pemilu 2024,” katanya.

Baca Juga :  Kutip Hasil Survei Harvard, Presiden Prabowo Sebut Masyarakat Indonesia Paling Bahagia di Dunia  

Agus mengatakan, para purnawirawan menyoroti keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberikan karpet merah bagi pencalonan anak Jokowi, Gibran untuk maju di Pilpres 2024.

Hal itu membuat sidang MKMK yang memutuskan Ketua MK Anwar Usman terbukti melanggar kode etik berat.

“Sampai pada DKPP yang memutuskan KPU melanggar etik dengan meloloskan Gibran sebagai cawapres,” ujarnya.

Hari ini, sejumlah komunitas dan sivitas akademik juga menyatakan maklumat berisi kritik terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi.

Forum lintas generasi mahasiswa, alumni, dosen, dan guru besar Universitas Trisakti membacakan maklumat berjudul Selamatkan Demokrasi Melawan Tirani Baru dalam rangka mengkritik Presiden Jokowi.

Sivitas akademika Universitas Trisakti mengaku memegang teguh nilai-nilai etik kebangsaan, demokrasi, dan hak asasi manusia menyatakan kekhawatiran atas matinya reformasi dan lahirnya tirani.

Begitu pula dengan Komunitas Utan Kayu, yang menyampaikan maklumat kepada Presiden Jokowi menjelang Pemilihan Presiden 2024. Mereka mewanti-wanti Jokowi untuk bersikap jujur dan adil sebagai etika politik.

“Waktunya tak panjang tuan presiden, kita hendak terus menjadi bagian dari warga dunia yang beradab dalam berpolitik dan demokrasi, atau malah menjadi bangsa yang membiarkan kesewenang-wenangan menang,” kata pendiri Yayasan Pantau, Andreas Harsono di Komunitas Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (9/2/2024).

Baca Juga :  Riset JPPI: Setahun MBG, Capaian Akademik Siswa Justru Melemah

Ia mengatakan sependapat dengan pernyataan sikap guru besar, pengajar STF Driyarkara, serta para rohaniawan.

Sejak reformasi 1998 kata dia, masyarakat mendasarkan Pemilu pada dua nilai kehidupan.

“Dengan pemilu yang jujur dan adil kita bisa memperoleh pemerintahan yang terlegitimasi,” katanya.

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.