
BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seperti tahun sebelumnya, ritual padusan menjelang bulan puasa digelar Pemkab Boyolali. Kali ini ritual digelar pada Sabtu- Minggu (9-10/3/2024).
Tradisi tersebut diawali dengan siraman yang digelar di Umbul Ngabeyan, Komplek Umbul Tirtomarto, Pengging, Kecamatan Banyudono. Komplek pemandian tersebut adalah peninggalan Keraton Surakarta.
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Boyolali M Said Hidayat dan Ketua TP PKK, Desi Adiwarni Hidayat, kepala OPD, Forkopimcan Banyudono dan sejumlah undangan lainnya.
Ritual siraman dilakukan oleh Bupati dan Ketua TP PKK Boyolali terhadap Mas dan Mbak Boyolali. Bupati M Said Hidayat melakukan siraman kepada Mas Boyolali.
Sedangkan Desi Adiwarni Hidayat melakukan siraman terhadap Mbak Boyolali. Selanjutnya, Mas dan Mbak melakukan ritual mandi di Umbul Ngabeyan.
Menurut Bupati, padusan merupakan tradisi menjelang bulan suci Ramadhan atau bulan puasa. Masyarakat membersihkan diri sebagai persiapan untuk menjalankan puasa selama sebulan penuh. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Boyolali dan wilayah lainnya.
“Kegiatan ini untuk membersihkan badan dan jiwa sebelum puasa. Juga menjadi bagian untuk nguri-uri tradisi di masyarakat,” kata Bupati usai acara.
Kepala Disporapar Boyolali, Budi Prasetyaningsih menambahkan, selain di Komplek Umbul Tirtomarto, Pengging, tradisi padusan juga digekar di Umbul Tlatar Desa Kebonbimo, Boyolali Kota.
“Kami targetkan sebanyak 10.000 dalam padusan ini,” katanya.
Ditambahkan dalam gelaran ritual padusan juga ditampilkan fragmen tari tentang cinta lingkungan. Dimana masyarakat diajak menjaga sumber air dan kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan. (Waskita)
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













