Beranda Daerah Sragen Harga Gas Melon di Sragen Naik 100% Jadi Rp 30.000 Selama Idul...

Harga Gas Melon di Sragen Naik 100% Jadi Rp 30.000 Selama Idul Fitri, Politikus Nasdem Bongkar Penyebabnya

Gas lpg kemasan 3 Kg atau lebih dikenal dengan sebutan gas melon. Prihatsari

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Penjualan Gas LPG 3 Kg atau gas melon di Sragen naik ugal-ugalan 100% atau Rp 30.000 selama lebaran Idul Fitri 1445 H, hal ini menjadi sorotan masyarakat luas dan politikus senior Sragen, Bambang Widjo Purwanto (BWP) dari partai Nasdem terkait penjualan gas LPG 3 Kg untuk masyarakat miskin itu di 20 kecamatan di Sragen.

Menanggapi polemik kelangsungan Gas dan penjualan mencapai harga tak wajar itu di bongkar Bambang Pur, menurutnya langkanya Gas LPG 3 Kg dan harga tak wajar itu salah satu penyebabnya yakni karena banyaknya rumah makan dan pusat-pusat kuliner memakai Elpiji 3 Kg.

“Permintaan gas melon dari rumah makan meningkat tajam. Dan menjelang lebaran ini dari mulai angkringan sampai rumah makan ramainya bukan main,” kata Bambang Widjo Purwanto Politikus Senior Nasdem Sragen Sabtu (20/4/2024).

Tangkapan layar di group media sosial Facebook penjualan Gas LPG 3 Kg Tembus Rp 30.000 hingga Rp. 35.000 || Foto Huri Yanto

Selain itu, menurut Bambang Pur kelangkaan Gas LPG di hari-hari besar itu perlu diawasi, namun yang paling membuat langkanya Gas di Sragen yakni rumah makan dan pusat kuliner karena permintaan meningkat drastis.

“Yang kedua saat menjelang lebaran banyak warga yang mudik. Kegiatan dapur kan sering ngebul tapi yang paling banyak menyedot adalah rumah rumah makan dan sejenisnya. Tidak seharusnya rumah makan itu pakai gas melon, saya sering melihat itu,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta dinas terkait khususnya dinas perdagangan dan komisi 2 DPRD Sragen menangani hal itu.

Baca Juga :  PGRI Sragen Santuni Korban Kebakaran di Gemolong

“Seharusnya dari dinas perdagangan dan kom 2 DPRD segera turun untuk sidak, dan rumah rumah makan yang pakai gas melon dikasih sangsi. Masak tidak kasihan masyarakat sampai naik 100% kayak gitu harganya,” bebernya.

Sebelumnya, kelangkaan Gas LPG 3 Kg itu mengalami kelangkaan seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri di 20 kecamatan di Sragen, adapun kelangkaan itu paling dirasakan di wilayah kecamatan Tanon, Sumberlawang, Miri, Gemolong, Kalijambe dan Plupuh. Isu banyaknya permainan penjualan Gas itu membuat masyarakat resah, bahkan para penjual gas LPG 3 Kg menjual Gas pertabung dari harga 30 sampai 35 ribu rupiah.

Bahkan para pemain Gas LPG saat kondisi langka menjual ke media sosial Facebook, beberapa akun menawarkan di Gas LPG di Facebook dengan harga Rp 35000 itu salah satunya akun Sugeng Widodo di grup Facebook Klitikan Online Gemolong dengan menuliskan “Monggo seng butuh gas barang terbatas lok Miri Girimargo,” tulisnya.

Tangkapan layar di group media sosial Facebook penjualan Gas LPG 3 Kg Tembus Rp 30.000 hingga Rp. 35.000 || Foto Huri Yanto

Dan akun Facebook Clararosa yang ikut menjual Gas LPG 3 Kg di Group Facebook Klitikan Online Gemolong dengan tulisan “Rego manot pusat bolo bahan gas yo langka Setok terbatas” tulisnya.

Saking sulitnya Gas LPG dan harga sangat mahal itu dikeluhkan masyarakat Sragen, salah satunya Pak Sam (44) warga Desa Ngandul, Sumberlawang, Sragen pada JOGLOSEMARNEWS.COM mengatakan berhari-hari kesulitan mencari gas Elpiji untuk kebutuhan dapur selama lebaran.

Baca Juga :  Kekosongan Perangkat Desa di Sragen Total 319 Kursi, Audensi Dengan DPRD Dilakukan

“Saya beli terpaksa juga, 1 tabung 30 ribu rupiah mencari di wilayah Sumberlawang hingga desa Pagak,” kata Sam.

Hal senada disampaikan Yusuf warga Desa Gading, Tanon, Sragen ia mengatakan harga gas Elpiji 3 Kg mencekik warga miskin apa lagi ditengah lebaran Idul Fitri justru dipermainkan.

“Aku kemarin beli pertabung 30 ribu rupiah di wilayah Gading dan Magersari, terpaksa kemarin cari kemana-mana sulit kalau ada harganya juga 30 ribu rupiah,” bebernya.

Kang Asol penjual nasi goreng di Gabugan, Tanon, Sragen menyampaikan yang sama terkait mahalnya gas LPG 3 Kg menembus angka 30-35 ribu rupiah pertabung.

“Gabugan dan Gemolong tembus 35 ribu rupiah Bos,” pada JOGLOSEMARNEWS.COM . Huri Yanto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.