Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Kronologi Mbah Kartini Petani di Sragen Tewas Mengenaskan Kesetrum Jebakan Tikus Listrik di Sawah

Kondisi jasad Kartini (60) warga Dukuh Nginggil RT 13, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah usai tersetrum jebakan tikus di area persawahan || Foto Huri Yanto

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sejumlah warga kembali digegerkan dengan tewasnya seorang Petani gara-gara tersengat listrik jebakan tikus di persawahan di Dukuh Sampang RT 21, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Jumat (26/4/2024) Pukul 08:30 WIB.

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM petani meninggal dunia mengenaskan di sawah gara gara jebakan Tikus dengan listrik bernama Kartini (60) warga Dukuh Nginggil RT 13, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Kronologi kejadian bermula saat Mbah Kartini pergi ke sawah miliknya hendak matun (membersihkan rumput) di sawah miliknya, tanpa disadari diarea persawahan miliknya itu ternyata terdapat jebakan tikus dengan listrik yang belum dimatikan saat ia hendak matun.

“Iya kesetrum listrik di sawah milik dia sendiri yang dipasang oleh suaminya sendiri,” kata salah satu warga setempat yang tak mau disebutkan namanya pada JOGLOSEMARNEWS.COM di lokasi kejadian.

Selain itu, saat kejadian itu puluhan warga ramai-ramai berdatangan ke lokasi kejadian untuk melihat prempuan yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu meninggal dunia di tengah sawah gara gara listrik jebakan Tikus yang diduga dipasang oleh suaminya sendiri untuk membasmi hama tikus yang sulit dikendalikan dan merusak tanaman padi yang ia miliki.

“Korban kakinya menginjak kabel listrik itu dan langsung jatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujarnya.

Terlihat beberapa anggota kepolisian dari polsek Sukodono juga langsung mendatangi tempat kejadian dan warga mulai ikut mengevakuasi jasad korban dari tengah area persawahan.

Terpisah Ketua PSC 119 Sukowati Kabupaten Sragen dr. Udayanti Proborini, M.Kes melalui Sekretaris PSC 119 Sukowati dr. Nengah A Oka Manuaba M.Kes menyampaikan sudah melakukan evakuasi terhadap korban.

“Call center PSC 119 Sukowati Kabupaten Sragen korban dievakuasi oleh warga ke tempat tetangga terdekat. Selanjutnya korban dilakukan visum oleh Puskesmas Sukodono dan INAFIS Polres Sragen. Setelah visum korban diserahkan kepada keluarga duka oleh pihak berwajib, dan dievakuasi ke rumah duka oleh mobil siaga Desa Bendo Sukodono Call Center PSC 119 Sukowati kabupaten Sragen mendapatkan assesement data sekunder dari PSC 119 Puskesmas Sukodono,” ujarnya. Huri Yanto

Exit mobile version