
BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dampak kemarau panjang, air Waduk Cengklik di Kecamatan Ngemplak, Boyolali pun surut. Kondisi ini dimanfaatkan petani sekitar untuk bercocok tanam di kawasan pinggiran waduk.
Seperti terlihat di kawasan Desa Ngargorejo, sudah kurang lebih empat bulan terakhir elevasi tinggi muka air waduk surut hingga 50 persen. Sebagian pinggir waduk mulai mengering dan dasar waduk mulai pecah-pecah.
Warga sekitar pun memanfaatkannya untuk bertani. Selain tanaman padi dan jagung, sebagian lagi ditanami palawija. Untuk memenuhi kebutuhan air, petani memompa air dari sisa air waduk dengan menggunakan mesin pompa air.
Menurut Sumardi, warga setempat, dirinya sudah 3 bulan terakhir ini mulai menanam padi di lahan pinggir waduk yang kosong. Penanaman padi dilakukan rutin setiap tahun saat air waduk surut.
“Biasanya untuk tanaman kacang, padi, jagung,yang umurnya pendek. Kalau umur panjang nanti kebanjirandan rugi karena tidak panen,” katanya.
Sebelumnya, lahan yang akan digarap dibersihkan dulu. Baru kemudian lahan diolah dan ditanami.
“Setahun kalau berani siap menerima kerugian itu ya bisa dua kali tanam. Biasanya, untuk tanaman padi yang kedua sudah terendam air saat padi mulai menguning,” ujarnya.
Ditambahkan, warga yang tinggal di sekitar waduk mayoritas bekerja sebagai nelayan keramba atau petani di luar area waduk. Mereka memanfaatkan pinggiran waduk sebagai usaha sampingan pertanian.
“Biasanya satu petani bisa menanam padi di lahan seluas seribu hingga dua ribu meter persegi dan dalam sekali panen padi petani bisa memperoleh hasil hingga Rp 10 juta.”
Camat Ngemplak, Ari Wahyu Wibowo mengungkapkan, usaha pertanian di pinggiran waduk saat kemarau merupakan kearifan lokal. Kegiatan pertanian ini sudah dilakukan secara turun- temurun.
“Ini dilakukan dengan saling menjaga. Yaitu menjaga waduk sebagai satu aset yang fungsi utamanya adalah pertanian, perikanan dan pariwisata. Disisi lain, warga juga bisa bertanam padi saat air surut.”
Diakui, Waduk Cengklik sebagai kawasan perairan di Boyolali, tidak hanya menjadi salah satu ikon wisata alam. Tetapi sekaligus juga memberikan dampak lingkungan dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Waskita
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














