SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seman (54) karyawan PT Sritex yang sebelumnya bekerja di bagian Dyeing (pencelupan kain katun) hanya dapat pasrah menerima nasibnya di PHK.
Ditemui di warung di depan PT Sritex, Seman mengaku masih kebingungan usai di PHK. Dirinya belum mempunyai rencana apapun usai di PHK.
“Masih bingung, sudah kepentok umur kalau bawa keahlian bisa bersaing,” ungkapnya singkat.
Seman kemudian menceritakan bahwa dirinya telah bekerja di PT Sritex sejak dari tahun 1995.
“Gak menyangka, bakalan seperti ini. Rintis dari awal dari sebelum berkembang sampai gini. Sritex dulu kan udah gede se Asia, terjadi gini ga menyangka,” terangnya.
Seman menyayangkan hal ini dapat terjadi. Selama bekerja di Sritex, dirinya mengaku mendapatkan banyak teman dan sudah menganggap seperti keluarga sendiri.
“Seperti sudah keluarga sendiri, akhirnya pisah semua. Sudah seperti saudara, apa- apa bareng. Akhirnya begitu kejadian gini, pisah semua kenangan ga terlupakan itu,” katanya.
Sebelum di PHK, Seman sempat mengingat-ingat pesan terakhir dari pimpinan.
“Dari pimpinan menyampaikan, berusaha agar ke depan bisa bangkit lagi. Minta doa teman-teman agar bangkit lagi. Gak taunya akhirnya ketok palu juga,” kenangnya.
Meski sudah di PHK, Seman menyebut gaji terakhirnya sudah di transfer hari ini. Namun belum dengan pesangonnya. Ando