Beranda Umum Nasional DIY dan Sejumlah Daerah Diguncang Gempa Saat Idul Fitri 2025

DIY dan Sejumlah Daerah Diguncang Gempa Saat Idul Fitri 2025

gempa
Ilustrasi gempa. Foto: pixabay.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM โ€“ Gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia pada Senin sore (31/3/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga kali gempa dengan magnitudo berbeda di beberapa daerah, yakni Sulawesi Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Papua.

Guncangan pertama terjadi di perairan Sulawesi Utara pada pukul 16.47 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,5. Episenter gempa berada di koordinat 5.41 Lintang Utara dan 126.31 Bujur Timur, sekitar 161 kilometer barat laut Melonguane. Gempa yang terjadi di kedalaman 81 kilometer ini dirasakan cukup kuat oleh warga di sekitar wilayah tersebut. Sejumlah penduduk melaporkan adanya getaran yang terasa hingga beberapa detik, namun hingga kini belum ada laporan mengenai kerusakan atau dampak signifikan.

Tak berselang lama, sekitar pukul 17.20 WIB, gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil mengguncang wilayah Bantul, DIY. Gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 1,8 dengan kedalaman 16 kilometer. Titik episenter berada di koordinat 7.97 Lintang Selatan dan 110.42 Bujur Timur, sekitar 10 kilometer tenggara Bantul. Meskipun cukup lemah, getaran ini tetap dirasakan oleh sebagian warga di sekitar Bantul, terutama di daerah yang berdekatan dengan pusat gempa.

Baca Juga :  Demonstrasi Tolak UU TNI Berlangsung Panas, Polisi Tembakkan Water Cannon untu Buyarkan Massa

Sementara itu, gempa dengan kekuatan lebih besar kembali terjadi di Papua pada pukul 18.12 WIB. Gempa berkekuatan 4,7 ini berpusat di koordinat 4.44 Lintang Selatan dan 139.30 Bujur Timur, sekitar 26 kilometer barat laut Yahukimo. Dengan kedalaman hanya 10 kilometer, gempa ini berpotensi lebih terasa oleh warga di sekitarnya. Hingga kini, belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa tersebut, namun BMKG terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

BMKG menegaskan bahwa data yang disampaikan masih bisa mengalami perubahan seiring dengan kelengkapan informasi yang diterima dari berbagai sumber. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi guna menghindari kepanikan serta berita hoaks yang dapat menyesatkan.

Baca Juga :  Bank Dunia: Pajak Indonesia Lemah, Rasio Penerimaan Terendah di Dunia

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai dampak lebih lanjut akibat rangkaian gempa yang terjadi. BMKG mengingatkan masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan gempa, untuk selalu siaga dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana guna mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh gempa bumi di masa mendatang.

www.tribunnews.com