
YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ketika pemerintah belum kesampaian untuk menyediakan 19 juta lapangan kerja, seorang pria warga Gondomanan, Yogyakarta ini keburu gantung diri karena diduga alasan ekonomi. Tragisnya, kejadian itu baru diketahui sehari setelah korban mengurung diri di dalam kamar.
Korban berinisial ES (58) ditemukan tewas tergantung di kamar indekosnya pada Kamis (29/5/2025) malam. Peristiwa itu menggemparkan warga sekitar setelah salah satu saksi, RH, mencurigai korban yang tak kunjung keluar kamar sejak Rabu malam.
Menurut Plt Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung H, saksi terakhir kali melihat korban pada Rabu (28/5/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Namun hingga Kamis malam keesokan harinya, korban masih belum menampakkan diri.
“Karena sampai Kamis pukul 18.00 WIB korban belum keluar kamar, saksi mencoba mengetuk pintu dan memanggil korban, tapi tak ada respons,” jelas Gandung saat dikonfirmasi, Kamis malam.
Merasa ada yang tidak beres, RH lalu berinisiatif memanjat untuk mengintip ke dalam kamar melalui bagian atas pintu. Saat itulah ia melihat ES telah dalam kondisi tergantung dan tidak bernyawa.
Pihak keluarga, lanjut Gandung, menduga kuat bahwa korban nekat mengakhiri hidup karena tekanan ekonomi yang dialaminya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang potret muram persoalan sosial di tengah janji-janji penciptaan lapangan kerja yang belum sepenuhnya terealisasi.
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














