SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sleman dalam durasi cukup lama memicu bencana tanah longsor di Kapanewon Prambanan. Sejumlah titik dilaporkan terdampak, salah satunya berada di kawasan permukiman warga yang berdekatan dengan kandang ternak.
Longsor terjadi pada sebuah tebing di bantaran sungai di wilayah Ngekong RT 09 RW 03, Prambanan. Tebing dengan ketinggian sekitar tiga meter itu ambrol ke arah sungai dan menimbulkan ancaman serius bagi kandang ternak yang berada tepat di belakangnya.
Komandan Relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso Prambanan, Prawoto alias Brewok, menjelaskan bahwa material longsoran cukup besar dengan panjang mencapai enam meter.
“Tanah yang longsor berukuran panjang 6 meter, tinggi 3 meter. Longsornya ke sungai yang di belakang kandang,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).
Sebagai langkah awal, relawan bersama warga telah melakukan penanganan darurat dengan menutup area longsor menggunakan terpal untuk mencegah longsor susulan. Berdasarkan hasil asesmen sementara, kebutuhan mendesak di lokasi meliputi tambahan terpal serta dukungan logistik.
Prawoto mengingatkan, kondisi tanah di lokasi masih labil sehingga potensi longsor lanjutan tetap mengintai, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
“Jika hujan deras berpotensi longsor lagi,” imbuhnya.
Tak hanya di wilayah Ngekong, peristiwa serupa juga terjadi di Gamparan, Kalurahan Sumberharjo, serta Jaligampeng, Kalurahan Gayamharjo, yang masih berada di kawasan Prambanan. Di dua lokasi tersebut, material longsoran sempat menutup badan jalan hingga mengganggu akses kendaraan roda empat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, menyampaikan bahwa rangkaian longsor di Prambanan dipicu hujan deras dengan durasi panjang.
Meski sempat menghambat lalu lintas, penanganan cepat dilakukan oleh pemerintah kalurahan setempat bersama Linmas, relawan, dan warga dengan membersihkan material tanah dan batu dari badan jalan.
“Tidak ada korban jiwa. Untuk akses jalan yang tertutup oleh tanah dan batu sekarang sudah aman, bisa dilalui oleh kendaraan,” kata Bambang.
BPBD Sleman mengimbau warga yang tinggal di sekitar lereng, bantaran sungai, dan tebing rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama intensitas hujan masih tinggi.[*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















