JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perkembangan terbaru kasus dugaan korupsi pengadaan iklan bank daerah yang menyeret nama mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali memantik perhatian publik. Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengungkap adanya informasi lanjutan yang menyebut dugaan aliran dana kepada sejumlah perempuan.
Boyamin menyampaikan, berdasarkan penelusuran dan informasi yang berkembang, dana yang diduga bersumber dari bank daerah tersebut disebut-sebut mengalir melalui Ridwan Kamil ke beberapa pihak perempuan.
“Ternyata pengembangan-pengembangannya ada dugaan aliran dana yang diduga dana dari Bank Daerah yang terkait dengan RK yang kemudian dengan beberapa perempuan,” kata Boyamin, dikutip dari Kompas TV, Jumat (26/12/2025).
Ia menyebut, salah satu pihak yang secara terbuka mengaku menerima aliran dana tersebut adalah selebgram Lisa Mariana. Nama Lisa sebelumnya memang sudah muncul dalam pusaran kasus ini dan bahkan telah menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Yang sudah mengaku kan Lisa Mariana sudah mengaku bahkan dipanggil ke sini (KPK),” ujar Boyamin.
Tak berhenti di situ, Boyamin juga mengungkap adanya dugaan aliran dana lain yang mengarah kepada seorang artis berinisial AK. Namun, ia enggan membeberkan secara rinci identitas artis tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik KPK.
“Nah, hari ini ada informasi ada ke artis namanya inisialnya AK ya. Itu pun saya minta untuk dipanggil,” tegas Boyamin.
Boyamin bahkan mendesak KPK agar segera menindaklanjuti informasi tersebut. Ia menyatakan siap melayangkan langkah hukum apabila artis berinisial AK itu tidak dipanggil untuk dimintai keterangan.
“Kalau tidak dipanggil nanti saya akan kirim surat resmi juga. Kalau tidak dipanggil saya gugat para peradilan,” imbuhnya.
Di tengah isu tersebut, publik ramai mengaitkan inisial AK dengan penyanyi Aura Kasih. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang memastikan identitas artis yang dimaksud Boyamin. Aura Kasih sendiri telah membantah isu kedekatannya dengan Ridwan Kamil dan menyebut tengah mengumpulkan bukti untuk melaporkan penyebar kabar tersebut.
Menanggapi isu dugaan aliran dana itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan lembaganya tidak serta-merta menyimpulkan kebenaran informasi yang beredar. KPK, kata dia, akan lebih dulu melakukan pengecekan terhadap validitas data yang disampaikan.
“Nanti kami akan cek validitas dari informasi tersebut. Dan jika masyarakat memiliki data ataupun informasi awal yang valid,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (24/12/2025).
“Silakan bisa disampaikan kepada kami,” sambungnya.
Budi menambahkan, KPK juga membuka ruang untuk melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang dinilai memiliki informasi relevan terkait dugaan aliran dana tersebut.
“Dan tentunya nanti bisa dilakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang bisa menjelaskan terkait dengan informasi tersebut,” imbuhnya.
Lebih lanjut, KPK menegaskan tidak menutup kemungkinan untuk memanggil siapa pun, termasuk figur publik, sepanjang penyidik memiliki dasar berupa informasi awal maupun alat bukti yang memadai. Termasuk di antaranya peluang memanggil Aura Kasih dalam perkara dugaan korupsi pengadaan iklan di bank BUMD Jawa Barat.
“Pemanggilan seseorang dalam proses penyidikan perkara, khususnya terkait dengan perkara ini, tentu berbasis pada informasi atau pun bukti awal,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Saat ini, KPK masih memfokuskan penyidikan pada penelusuran aliran dana non-budgeter dalam proyek pengadaan iklan bank daerah tersebut, yang diduga mengalir ke sejumlah pihak di luar struktur resmi anggaran. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















